Di tengah geliat modernisasi wilayah pesisir utara Jawa Barat, Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu tetap berdiri teduh sebagai saksi bisu perjalanan panjang syiar Islam di Indramayu.
Masjid yang terletak di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang ini diyakini telah ada sejak awal abad ke-16. Sejumlah sumber menyebut bangunan tersebut dahulu dikenal sebagai Masjid Dermayu dan diperkirakan berdiri sekitar tahun 1527 Masehi, bertepatan dengan masa awal terbentuknya Kabupaten Indramayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan masjid ini tak terpisahkan dari kawasan bersejarah di sekitarnya. Di area yang sama terdapat Kompleks Makam Selawe, yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Pangeran Guru beserta para muridnya, para tokoh yang berperan dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Fuad Khamus, mengungkapkan bahwa waktu pasti pendirian masjid memang tidak diketahui secara detail, bahkan oleh generasi terdahulu. Namun berdasarkan penuturan masyarakat dan catatan piagam lama yang pernah ada, angka 1527 Masehi kerap dijadikan rujukan.
"Dalam salah satu piagam memang tertulis tahun 1527 Masehi. Namun kami memahami bahwa piagam itu dibuat oleh manusia, sehingga tetap terbuka kemungkinan adanya perbedaan penafsiran mengenai tahun pastinya," ujar Fuad, saat ditemui pada Minggu (1/3/2026).
Seiring perjalanan waktu, bangunan masjid telah mengalami sedikitnya lima kali pemugaran. Pada masa awal, masjid ini belum memiliki menara. Menara yang kini menjulang merupakan tambahan dari generasi setelahnya.
Kendati telah beberapa kali direnovasi, sejumlah elemen lama masih dipertahankan. Tujuh tiang utama penyangga bangunan, misalnya, tetap berdiri kokoh dan kini dilapisi kayu jati demi menjaga daya tahannya. Bagian pengimaman yang menyerupai gapura juga diyakini sebagai struktur asli yang masih bertahan hingga kini.
Fuad menambahkan, dahulu masjid ini pun belum memiliki plafon. Pemasangannya dilakukan di kemudian hari melalui swadaya dan gotong royong masyarakat setempat. Hal itu menjadi bukti kuatnya keterlibatan warga dalam merawat rumah ibadah sekaligus warisan sejarah mereka.
Lebih dari sekadar bangunan tua, Masjid Pusaka Baiturrahmah menjadi penanda bahwa perkembangan Islam di Indramayu telah berakar sejak berabad-abad silam.
"Tapak tilas yang masih terawat hingga hari ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, yang diwariskan para pendahulu tetap hidup, dan relevan dalam membentuk karakter masyarakat Dermayu masa kini," pungkas Fuad.
(dir/dir)
