Insiden terbakarnya truk tangki bermuatan cairan tiner di KM 185 Tol Cipali pada Rabu (18/2/2026) pagi, memicu penutupan sementara jalur arah Jawa Tengah. Kobaran api yang tak terkendali membuat petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama berjam-jam untuk menjinakkan si jago merah.
Truk tangki bernopol B 9802 UEV tersebut diketahui mengangkut cairan tiner, bahan kimia yang sangat mudah terbakar. Api dengan cepat melahap seluruh badan kendaraan, menghasilkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 05.48 WIB dan langsung mengerahkan sejumlah armada ke lokasi.
"Saat menerima laporan awal, kami langsung menerjunkan beberapa unit kendaraan karena kobaran api sangat besar," ungkapnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Petugas menghadapi tantangan berat lantaran bahan yang terbakar merupakan cairan mudah menyala, sehingga membutuhkan teknik pemadaman khusus.
"Kami terjunkan lima unit kendaraan dalam proses pemadaman. Kendalanya, sumber air cukup jauh sehingga petugas harus bolak-balik untuk pengisian," jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, petugas akhirnya menggunakan 50 liter foam detergen atau busa pemadam khusus, dikombinasikan dengan sekitar 50 ribu liter air. Penggunaan foam dinilai efektif untuk memadamkan api akibat bahan bakar kimia seperti tiner.
"Kita pakai foam detergen dalam proses pemadaman karena yang terbakar adalah cairan tiner," paparnya.
Tak kurang dari 30 personel damkar diterjunkan guna memastikan api benar-benar padam dan mencegah potensi ledakan maupun penyebaran api ke area sekitar.
Akibat insiden tersebut, ruas Tol Cipali arah Jawa Tengah sempat ditutup total selama beberapa jam. Hal itu diungkapkan oleh Kanit OJR Tol Cipali, AKP Kuswanto menjelaskan kendaraan sempat dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Sumberjaya hingga proses pemadaman dinyatakan aman.
"Penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan mengingat besarnya kobaran api dan risiko dari muatan berbahaya," paparnya.
Setelah api berhasil dijinakkan dan proses pendinginan selesai, arus lalu lintas dibuka secara bertahap. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas saat melintas di sekitar lokasi kejadian.
(sud/sud)
