Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Meski prakiraan cuaca relatif normal, sejumlah wilayah di Jawa Barat, khususnya Majalengka dan Kuningan, diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir dan longsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Jawa Barat diperkirakan relatif normal. Kendati demikian, Herman menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh dikendurkan.
"Terkait kondisi cuaca di Jawa Barat menjelang ramadan, walaupun proyeksi dari BMKG relatif normal, diimbau agar warga masyarakat dan pelaku usaha tetap waspada, terutama untuk daerah Majalengka dan Kuningan," ujar Herman, Selasa (17/2/2026).
Wilayah Majalengka dan Kuningan dikenal memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Kontur perbukitan dan daerah aliran sungai di sejumlah titik membuat potensi longsor dan banjir perlu diantisipasi sejak dini.
Herman menekankan bahwa Jawa Barat secara umum termasuk provinsi rawan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.
"Jawa Barat salah satu provinsi rawan bencana, jadi semua harus waspada, khususnya waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi banjir dan longsor," tegasnya.
Sementara Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu menambahkan, BMKG memprediksi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan terhitung periode 17-22 Februari 2026.
"Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan pada sepekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari," terang Ayu sapaannya.
Dia menjelaskannya, saat ini Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya masih dalam periode musim hujan dengan puncak musim hujan bervariasi mulai dari November 2025 hingga Maret 2026.
BMKG memperkirakan, potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir ini berpotensi terjadi di seluruh wilayah di Jawa Barat dalam periode tersebut.
"Potensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Jawa Barat yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Cimahi," ujarnya.
"Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran," imbuh Ayu.
(bba/sud)










































