Harga Ayam-Telur di Indramayu Melejit Jelang Ramadan

Harga Ayam-Telur di Indramayu Melejit Jelang Ramadan

Burhannudin - detikJabar
Rabu, 11 Feb 2026 20:00 WIB
Ilustrasi telur dan sembako
Ilustrasi telur. Foto: Pixabay/EmAji
Indramayu -

Menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Indramayu merangkak naik. Kenaikan signifikan terutama terjadi pada komoditas ayam potong dan telur ayam.

Darsinih (48), salah seorang penjual ayam potong di Pasar Karangampel, Indramayu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jualnya sih Rp 40 ribu. Sebelumnya hanya kisaran Rp 36 sampai Rp 38 (ribu) saja," ujar Darsinih saat ditemui di lapaknya, Rabu (11/2/2026) pagi.

Menurut Darsinih, lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat. Kondisi tersebut membuat perputaran stok di tingkat produsen menjadi sangat cepat.

ADVERTISEMENT

"Kayak misalnya dari peternak jadi lebih banyak potong ayam, lebih banyak tenaga yang dihabiskan, terus juga stok ayamnya, tidak semua ayam di kandang statusnya siap potong semua," kata dia.

Imbasnya, para peternak pun mematok harga yang lebih tinggi saat menyuplai barang ke pedagang pasar.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas telur ayam. Roni (39), pedagang telur di pasar yang sama, menyebutkan harga telur kini menyentuh angka Rp 30.000 per kilogram.

Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 29.000.

"Kalau telur itu naiknya bareng sama ayam. Biasanya gitu. Di sini sekarang 1 kilogram itu 30 ribu," katanya.

Roni menambahkan, rata-rata konsumen membeli telur dalam jumlah banyak untuk persiapan bulan puasa. "Katanya buat stok sahur dan buka puasa," ucap Roni.

Merespons fenomena ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mengantisipasi lonjakan harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto menjelaskan GPM merupakan tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Sekretaris Daerah Indramayu.

"GPM sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi daerah, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Indramayu, menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026," kata Sugeng kepada detikJabar, Rabu (11/2/2026) siang.

Pemkab telah memetakan sejumlah lokasi GPM yang akan berlangsung selama Februari hingga Maret 2026, di antaranya Kantor Kecamatan Lohbener (12/2), Balai Desa Plumbon (19/2), Kantor DKPP (26/2 dan 9/3), Kantor Kecamatan Jatibarang (3/3), dan Alun-Alun Indramayu (12/3).

Di lokasi-lokasi tersebut, bahan pokok disediakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB atau sampai stok habis. Sugeng menjamin harga yang ditawarkan jauh lebih miring dibanding harga pasar.

Adapun rincian harga di GPM meliputi: beras SPHP Rp57.000/5kg, beras medium Rp60.000/5kg, beras premium Rp65.000/5kg, beras organik Rp70.000/5kg, beras sentra ramos Rp73.000/5kg, terigu Rp8.500, gula pasir Rp16.000/kg, daging ayam Rp36.000/ekor, telur ayam Rp28.000/kg, minyak goreng Rp30.000/2 liter, daging sapi Rp105.000/kg, serta aneka cabai dan sayuran mulai Rp5.000.

Selain GPM, Sekretaris Daerah Indramayu Aep Surahman menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan melalui inspeksi dadakan (sidak) dan operasi pasar bersubsidi.

"Langkah ini untuk memastikan laju pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga sesuai potensi wilayah, sehingga tidak ada alasan harga sulit dijangkau, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," ujar Aep saat dihubungi detikJabar.

Meski ada fluktuasi di beberapa pasar, Aep menilai secara umum harga kebutuhan pokok di titik pantau utama masih dalam batas terkendali.

"Di empat titik pemantauan utama, yakni Pasar Jatibarang, Pasar Karangampel, Pasar Indramayu, dan Pasar Patrol, relatif masih stabil, tetapi bakal terus dipantau secara intens," pungkasnya.

(sud/sud)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads