Kasus kematian massal ikan dewa di Balong Dalem Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terus melonjak. Jika sebelumnya hanya puluhan, kini jumlah ikan yang mati mendadak mencapai ratusan ekor.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Deni, menjelaskan hingga Selasa (3/2/2026), tercatat sekitar 300 ekor ikan dewa di Balong Cigugur mati. Mayoritas ikan yang mati tersebut merupakan ikan yang sudah berusia dewasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikan mulai mati sejak Kamis (29/1) sampai Selasa hari ini. Totalnya sudah 300 ekor dari populasi sekitar 1.000 ekor," tutur Deni, Selasa (3/2/2026).
Meski jumlahnya mencapai ratusan, fenomena ini belum dikategorikan sebagai wabah. Pasalnya, kasus serupa tidak ditemukan di lokasi habitat ikan dewa lainnya di wilayah Kuningan.
"Bukan wabah, ini musibah lokal saja. Kalau wabah, di tempat lain harusnya mati juga, tapi ini hanya terjadi di sini. Di Cibulan, misalnya, kondisinya masih aman," kata Deni.
Deni memaparkan, penyebab utama kematian massal ini adalah sistem pengelolaan air yang buruk. Ikan dewa merupakan spesies yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga pengaturan sirkulasi air masuk dan keluar harus diperhatikan secara detail.
"Idealnya pH air adalah 7. Saat ini terjadi penurunan kualitas habitat karena sistem pembuangan air belum sesuai teknis. Contohnya, belum menggunakan sistem sifon yang seharusnya membuang air lapisan bawah, bukan atas. Debit sumber air juga perlu ditambah," jelasnya.
Kondisi buruknya pengelolaan air tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem dan kurangnya asupan pakan. Hal ini mengakibatkan daya tahan tubuh ikan dewa melemah sehingga mudah terserang parasit cacing jangkar.
"Cacing itu penyakit yang pasti ada pada ikan atau air. Saat kualitas air memburuk akibat cuaca ekstrem dan ikan kurang nutrisi, parasit tersebut tumbuh subur di tubuh ikan. Jika daya tahan tubuh ikan kuat, parasit itu sebenarnya akan mati," tambah Deni.
Sebagai langkah antisipasi, Diskanak akan menguras kolam untuk memulihkan kondisi air di Balong Cigugur. Selain itu, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Kami kuras dulu lalu dikeringkan untuk mematikan bakteri, baru diganti air baru. Mitigasinya meliputi perbaikan pengelolaan kolam, manajemen pakan yang baik, serta pengukuran kualitas air secara berkala. Insya Allah kondisi air akan segera pulih dan ikan bisa berkembang lagi," pungkasnya.
(sud/sud)










































