Genangan banjir kembali melumpuhkan ratusan rumah warga di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/1/2026). Air mulai merangsek ke permukiman sejak pagi hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam tanpa henti.
Kawasan yang terdampak paling parah berada di Perumahan Rumah Ningrat 1 Indramayu, tepatnya di RW 02 dan RW 11. Di wilayah ini, ketinggian muka air dilaporkan mendekati satu meter, memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Ketua RW 11 Kelurahan Margadadi, Warta Ambela, menyebut sedikitnya 273 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 kepala keluarga terdampak langsung, mengingat tidak seluruh rumah di kompleks itu telah dihuni.
"Sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya menempati GOR Bhayangkara yang berada tepat di depan perumahan," ujar Warta Ambela saat ditemui di lokasi banjir.
Menurutnya, banjir sebenarnya telah terjadi sejak Kamis (22/1/2026). Namun, pada saat itu genangan masih tergolong rendah, berkisar antara 10 hingga 15 sentimeter, sehingga belum memasuki rumah warga. Kondisi sempat membaik pada akhir pekan, sebelum kembali memburuk akibat hujan deras yang turun sejak dini hari hingga siang hari pada Selasa.
"Air yang tadinya surut kembali naik. Di luar rumah ketinggiannya setara paha orang dewasa, sementara di dalam rumah sekitar 30 sentimeter," katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan rumah-rumah di bagian depan kompleks perumahan terendam lebih dari setengah meter. Sementara itu, area belakang perumahan mengalami genangan yang lebih dalam. Akses jalan lingkungan pun tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga mobil dan sepeda motor warga terpaksa diparkir di luar gerbang perumahan.
Warta Ambela menilai sistem drainase yang tidak berfungsi optimal turut memperparah kondisi banjir. Bahkan, saluran air di depan rumah warga kerap meluap meski hujan tidak turun dengan intensitas tinggi.
Pihak RW telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan perahu karet sebagai langkah antisipasi jika debit air terus meningkat. Selain itu, warga juga berharap adanya bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan selama banjir berlangsung.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu telah mengerahkan personel ke lokasi dengan membawa perahu karet. Terlihat sekitar lima petugas BPBD melakukan evakuasi terhadap warga yang dikepung banjir dan hendak mengungsi ke rumah kerabat mereka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus Yani, mengatakan bahwa Perumahan Rumah Ningrat merupakan salah satu kawasan permukiman yang terdampak cukup parah akibat banjir kali ini. Pihaknya memastikan akan terus bersiaga, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi setidaknya hingga Kamis, 29 Januari 2026.
"Kami akan terus siaga. Karena sebagian besar warga masih tetap di rumah, kami hanya memasang tenda pengawasan, sambil mengevakuasi warga yang ingin mengungsi ke saudaranya," ujar Agus.
Ia berharap koordinasi antara warga dan BPBD Indramayu tetap terjalin dengan baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama banjir belum surut.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
(dir/dir)