Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyatakan kesiapan membangun kampus di Kabupaten Indramayu, sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Rencana tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pembahasan Posisi dan Status Lahan untuk Program Ketahanan Pangan di Indramayu" yang digelar di Mercure Hotel Karawang, beberapa waktu lalu.
FGD ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Perum Perhutani KPH Indramayu serta Divisi Regional Jawa Barat-Banten, untuk membahas legalitas dan keberlanjutan pemanfaatan lahan yang direncanakan menjadi lokasi kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rektor UNJ Komarudin mengatakan, pembangunan kampus di Indramayu merupakan bagian dari komitmen UNJ dalam meningkatkan kualitas SDM lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan demografi, ekonomi, dan sosial masyarakat.
"Pembangunan kampus ini kami pandang sebagai upaya mendorong lahirnya SDM unggul sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah," ujar Komarudin dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, tingginya antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting bagi UNJ untuk menjalankan mandat pendidikan.
Kolaborasi lintas sektor, kata dia, juga membuka ruang optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan kapasitas sosial ekonomi masyarakat Indramayu.
Dukungan terhadap rencana tersebut disampaikan Administratur Perum Perhutani KPH Indramayu, Kuspriyadi. Ia menilai, kehadiran UNJ sejalan dengan arah pembangunan Indramayu yang tengah bertransformasi menuju kawasan industri dan membutuhkan SDM yang adaptif serta kompeten.
"Kami meyakini kehadiran UNJ akan mendorong peningkatan IPM dan kualitas pendidikan masyarakat Indramayu," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Utama Pengukuran, Tata Batas, dan Penggunaan Kawasan Hutan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten, Wahyono, memastikan pihaknya siap mengawal proses perizinan pembangunan kampus, agar berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi tumpang tindih regulasi.
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengapresiasi dan mendukung penuh rencana pendirian perguruan tinggi negeri di wilayahnya.
Dukungan tersebut, menurut dia, mencakup penyediaan lahan sesuai persyaratan yang dibutuhkan.
"Kehadiran perguruan tinggi negeri tentu berdampak besar, baik bagi pengembangan SDM maupun ekonomi daerah melalui efek berganda," ujar Syaefudin, saat ditemui di Pendopo Indramayu, Kamis (22/1/2026) pagi.
Ia menambahkan, Indramayu tidak hanya diproyeksikan sebagai daerah penyangga pangan nasional, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan pendidikan, khususnya di wilayah barat Indramayu.
Menurutnya, pembahasan rencana pembangunan kampus UNJ telah berlangsung sejak 2022-2023 di DPRD dan masih terus berproses.
Di sisi lain, kampus UNJ yang rencananya akan dibangun di wilayah Indramayu bagian barat, khususnya Kecamatan Kroya, disambut positif oleh masyarakat setempat.
Zidan (29), warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, menyampaikan bahwa kehadiran UNJ akan mendukung terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Indramayu Barat.
"Ini bagus. Nanti di kabupaten baru ini ada pusat pendidikan sampai perguruan tinggi. Selain berdampak bagi perekonomian masyarakat, juga berdampak bagi percepatan terwujudnya DOB itu sendiri," kata dia, saat dihubungi pada Kamis (22/1/2026).
Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat setempat, serta sinergi bersama Perum Perhutani, rencana pembangunan kampus UNJ di Indramayu diharapkan dapat segera terealisasi, dan berkontribusi pada peningkatan pembangunan manusia serta ketahanan pangan daerah.
(yum/yum)










































