Atap 3 Ruang Kelas SD di Majalengka Ambruk Usai Siswa Ambil MBG

Atap 3 Ruang Kelas SD di Majalengka Ambruk Usai Siswa Ambil MBG

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Kamis, 08 Jan 2026 14:52 WIB
Atap 3 Ruang Kelas SD di Majalengka Ambruk Usai Siswa Ambil MBG
Sekolah ambruk di Majalengka (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Tiga atap ruang kelas di SDN Andir 2, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, ambruk pada Kamis (8/1/2026). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

PLT Kepala SDN II Andir Aswandi menjelaskan, kejadian ambruknya atap bangunan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian ini juga setelah para siswa menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kejadiannya pagi tadi setelah pembagian MBG anak sekolah, sampai kira-kira pukul 08.30 WIB alhamdulillah anak-anak sudah pulang ke rumah masing-masing. Tidak lama kemudian, sekitar jam 10-an terdengar suara gebrug (suara ambruk)," kata Aswandi kepada detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dicek, jelas Aswandi, diketahui ada tiga ruang kelas yang terdampak. Bangunan yang ambruk berada di sisi utara sekolah.

ADVERTISEMENT

"Ternyata yang kena itu bangunan tiga lokal di sebelah utara. Saya langsung konsultasi dengan pihak kecamatan, kemudian disambungkan ke Dinas Pendidikan," jelasnya.

Menurut Aswandi, bangunan tersebut terakhir direhabilitasi sekitar empat tahun lalu. Ia menduga beban atap yang terlalu berat menjadi penyebab ambruknya bangunan.

"Kurang lebih dari rehab itu empat tahunan. Mungkin gantengnya terlalu berat, sedangkan rehabnya pakai baja ringan, jadi bebannya tidak kuat," ujarnya.

Tiga ruang kelas yang terdampak diketahui merupakan ruang belajar untuk siswa kelas 1, 2, dan 3. Saat kejadian, kondisi sekolah sudah kosong karena tidak ada kegiatan belajar mengajar.

"Anak sekolah hari ini hanya pembagian MBG saja sekitar jam 8 pagi, sekarang sudah kembali ke rumah. Di sekolah sudah tidak ada murid," tuturnya.

Terkait langkah selanjutnya, pihak sekolah masih menunggu kedatangan Dinas Pendidikan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi. "Sampai sekarang saya masih menunggu dari Dinas Pendidikan yang kebetulan sedang ada di Jatitujuh dan mau lewat ke sini," ucap Aswandi.

Untuk proses belajar mengajar pekan depan, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mencari solusi sementara. "Nanti akan koordinasi dengan pihak pemerintah desa, bagaimana baiknya. Kebetulan di sini ada MD (Madrasah Diniyah), mungkin bisa digunakan," pungkasnya.




(dir/dir)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads