Curhat Pedagang di Cirebon, Merugi hingga Gemetaran gegara Kerusuhan

Curhat Pedagang di Cirebon, Merugi hingga Gemetaran gegara Kerusuhan

Devteo Mahardika - detikJabar
Sabtu, 30 Agu 2025 20:30 WIB
Kerusuhan di Kota Cirebon.
Kerusuhan di Kota Cirebon. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Cirebon, Sabtu (30/8/2025), menyisakan kesedihan mendalam bagi para pelaku usaha di sekitar Jalan Raden Dewi Sartika. Jalan tersebut menjadi titik kumpul ribuan massa, sehingga aktivitas perdagangan lumpuh total.

Massa yang semula berorasi damai mendadak bertindak anarkis dengan melempari Mapolresta menggunakan batu dan batang bambu. Kondisi itu membuat pedagang kecil di kawasan tersebut terpaksa menutup lapaknya demi keselamatan.

Salah satunya Nur (32), penjual nasi dan lauk pauk yang setiap hari membuka usaha di ruas jalan tersebut. Dengan raut wajah masih diliputi ketakutan, ia mengaku memilih menghentikan aktivitas jualannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya milih tutup aja karena takut juga," ujar Nur saat diwawancarai.

Keputusan menutup warung membuat Nur harus merugi. Nasi dan lauk pauk yang sudah ia siapkan sejak pagi terpaksa tidak terjual.

ADVERTISEMENT

"Mau enggak mau ya tutup, buat jaga keselamatan aja. Padahal makanan sudah siap semua," tambahnya.

Nur mengaku, selama ia berjualan di kawasan itu, baru kali ini mengalami situasi mencekam akibat kericuhan massa.

"Baru sekarang begini, jujur saya aja masih gemeteran. Soalnya tadi pada ngelempar batu," ungkapnya.

Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi, sebab banyak pelaku usaha kecil yang terdampak.

"Saya maunya enggak kejadian lagi. Kasihan pedagang, enggak bisa cari nafkah karena terpaksa tutup," tuturnya.

Dari pantauan detikJabar, sekitar pukul 17.13 WIB ribuan massa mulai meninggalkan lokasi setelah aparat kepolisian berhasil meredakan situasi.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, sempat berdialog langsung dengan massa untuk menenangkan keadaan. Ia meminta agar aksi segera dihentikan dan massa membubarkan diri secara tertib.

"Mari kita jaga Kabupaten Cirebon menjadi daerah yang maju, tetap aman, dan kondusif. Silakan bubar dengan tertib, kembali ke rumah masing-masing dengan selamat," tegas Sumarni.

Meski kondisi berangsur kondusif, sisa kericuhan masih terasa di ruas Jalan Raden Dewi Sartika. Sejumlah pelaku usaha kecil harus menanggung kerugian akibat dagangan yang tidak sempat terjual.

(orb/orb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads