Kota Bandung punya sejumlah tempat menarik untuk berburu piringan hitam atau vinyl. Mulai dari toko musik lawas yang menyimpan koleksi lintas generasi hingga toko modern dengan rilisan musisi masa kini, semuanya bisa menjadi tujuan bagi pencinta musik analog.
Tren mengoleksi piringan hitam membuat pengalaman mencari album terasa berbeda. Pembeli bisa menemukan album lawas yang sudah sulit dijumpai di toko musik biasa, rilisan ulang, sampai karya musisi independen yang dicetak terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi detikers yang ingin menambah koleksi atau sekadar menikmati suasana berburu album, berikut lima tempat berburu piringan hitam di Bandung.
1. DU 68 Musik
DU 68 Musik menjadi salah satu tujuan bagi pencinta rilisan fisik di Bandung. Berada di lantai dua bangunan di kawasan Dipati Ukur, toko ini menyimpan koleksi musik dalam berbagai format, termasuk kaset dan piringan hitam.
Koleksi vinylnya memadukan piringan hitam bekas (secondhand) dari era 1970-an hingga 1990-an dengan rilisan baru (reissue). Pengunjung bisa berburu album rock Barat, pop Indonesia lawas, hingga jazz klasik.
Suasana toko yang dipenuhi rilisan fisik memberikan pengalaman tersendiri bagi kolektor, surga sejati bagi para crate-diggers.
Alamat: Jl. Dipatiukur No. 68B, lantai 2, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Jam operasional: Senin-Kamis dan Sabtu-Minggu pukul 11.00-22.00 WIB; Jumat pukul 13.00-22.00 WIB.
2. Pasar Barang Antik Cikapundung
Ingin merasakan sensasi berburu harta karun? Pasar Barang Antik Cikapundung bisa menjadi pilihan. Area ini berada di lantai tiga Gedung Cikapundung Electronic Center, kawasan Jalan ABC, Braga.
Berbagai kios menjual barang-barang vintage, termasuk piringan hitam bekas. Koleksinya bisa mencakup musik Melayu, pop Indonesia era lama, hingga rock klasik. Nama-nama musisi lawas seperti Koes Plus, Guruh Gipsi, dan Bubi Chen dapat dijadikan referensi saat berburu album.
Berbeda dari toko yang koleksinya tertata seperti katalog, pengalaman di pasar antik lebih menantang karena pengunjung perlu memeriksa isi kotak dan membandingkan kondisi setiap piringan. Kemampuan menawar juga sangat berguna ketika bertransaksi.
Alamat: Gedung Cikapundung Electronic Center, Jl. ABC No. 1, lantai 3, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Jam operasional: Setiap hari pukul 12.00-19.00 WIB. Disarankan datang sekitar pukul 14.00-15.00 WIB agar leluasa menjelajah karena lebih banyak lapak sudah buka.
3. Playlist Record Store
Playlist Record Store cocok bagi pencinta vinyl yang ingin mencari album lawas maupun rilisan musisi populer masa kini. Toko ini berlokasi di Jalan Sunda dan menawarkan koleksi dari berbagai genre musik.
Album yang bisa ditemukan mencakup pop, rock, hip-hop, jazz, hingga rilisan musisi independen lokal. Artis populer seperti Taylor Swift dan Lana Del Rey juga termasuk nama yang disebut dalam ulasan koleksi toko ini.
Selain piringan hitam, Playlist Record Store menyediakan turntable dan aksesori untuk merawat vinyl. Suasananya lebih modern dan koleksi ditata rapi, sehingga pengunjung bisa lebih leluasa melihat album yang tersedia.
Alamat: Jl. Sunda No. 50B, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Jam operasional: Senin-Jumat pukul 11.00-20.00 WIB; Sabtu-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB.
4. Atlas Records
Atlas Records berada di kawasan Jalan Trunojoyo, area yang dikenal sebagai salah satu pusat toko pakaian dan tempat nongkrong anak muda Bandung.
Toko ini dapat menjadi pilihan bagi kolektor yang mencari rilisan impor, album alternatif, cult classic, city pop Jepang, hingga jazz-funk. Genre-genre tersebut cocok bagi pencinta musik yang ingin mengeksplorasi album di luar rilisan populer.
Atlas Records juga memiliki kanal penjualan daring untuk rilisan baru dan bekas. Namun, ketersediaan album tertentu sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum datang ke toko.
Alamat: Jl. Trunojoyo No. 4, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Jam operasional: Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB.
5. Grimloc Stockroom
Bagi pencinta musik independen dan underground, Grimloc bisa menjadi tujuan untuk mencari rilisan fisik yang berbeda dari album arus utama.
Grimloc dikenal sebagai label rekaman independen asal Bandung yang mendukung karya musisi dari skena lokal. Katalognya mencakup berbagai aliran, termasuk hip-hop, punk, hardcore, metal, dan musik eksperimental. Sejumlah rilisan juga tersedia dalam format piringan hitam.
Tempat ini cocok bagi kolektor yang ingin mencari album band independen, termasuk rilisan terbatas yang tidak selalu tersedia di toko musik umum. Selain vinyl, Grimloc juga menawarkan rilisan fisik dan merchandise melalui toko daringnya.
Alamat: Jl. Suryalaya XII No. 2A, Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Jam operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-20.00 WIB; Sabtu-Minggu pukul 11.00-20.00 WIB.
Tips bagi detikers, kawasan Jalan Sunda (Playlist), Trunojoyo (Atlas), dan Braga/ABC (Cikapundung) letaknya relatif berdekatan di area Bandung Tengah. Anda bisa menjadikannya satu rute hunting dalam satu hari sekaligus tanpa perlu menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
(orb/orb)
