Luò yè guī gēn, daun yang gugur kembali ke akarnya. Peribahasa Tiongkok tersebut seakan mengajarkan manusia untuk selalu mengingat asal-usulnya. Begitu pula dengan inisiatif yang dilakukan oleh Tjap Sahabat demi melestarikan jati diri budaya Tionghoa di jantung Pecinan Kota Bandung.
Berlokasi di Jalan Cibadak, Terang Bulan Interactive Media Art Experience seakan menjadi oase di tengah maraknya pedagang yang memadati kawasan tersebut. Festival seni budaya ini menampilkan karya 12 seniman yang digarap berdasarkan interpretasi atas shio dan pembacaan bazi masing-masing. Panitia festival, Dicky, menjelaskan bahwa Terang Bulan sendiri terinspirasi dari mitologi Cina.
"Kalau ngomongin bulannya sendiri tuh ada hubungannya sama mitologi dari Chinese. Dulu tuh ceritanya ada satu putri bulan bernama Chang'e. Sebelumnya dia adalah manusia biasa yang akhirnya terbang ke bulan buat meminum ramuan abadi dan akhirnya menetap di sana," ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki area pameran seni, pengunjung akan disuguhi berbagai aktivitas interaktif layaknya shadow puppet workshop, permainan mahjong, hingga bazar kuliner. Pengunjung juga bisa menerjemahkan nama ke dalam aksara Tiongkok dan mengetahui makna di baliknya.
Sementara di area pameran seni yang cukup temaram, pengunjung akan dibuat terpukau dan dibimbing untuk memahami bagaimana para seniman merespons dirinya sendiri. Salah satu karya yang paling mencolok merupakan balon raksasa berbentuk ayam warna merah yang selalu bergerak kembang-kempis.
Karya milik Erwin Thomas tersebut dijelaskan sebagai interpretasi atas pembacaan bazi yang menyatakan dirinya merupakan ayam logam dan diibaratkan seperti rumput yang punya akar kuat.
"Di samping ayam logam yang didapat, Mas Erwin juga seorang yang fleksibel. Makanya kenapa di sini visualnya balon ayam yang kembang-kempis, itu melambangkan sifat fleksibilitasnya," jelas Haqi selaku exhibition leader di pameran seni Sabtu itu.
Tak jauh dari balon berbentuk ayam, terdapat pemandangan yang memancing rasa penasaran pengunjung. Pasalnya, beberapa baskom dan gayung berisi air dan perahu otok-otok menghiasi pojok ruangan pameran di sebelah kiri. Haqi menjelaskan bahwa karya milik seniman Liza Markus tersebut berusaha menjelaskan perjuangan seorang anak di keluarga Asia yang umumnya perlu menanggung segala problematika kehidupan seorang diri.
"Judulnya Menadah Kebocoran. Beliau sebagai anak harus menanggung kebocoran-kebocoran yang ada di rumah. Kadang konteksnya bisa kebocoran karena hujan atau kebocoran secara ekonomi," ujarnya mewakili sang seniman yang saat itu tengah tidak hadir di area pameran seni.
Dijelaskan pula bahwa baskom dan ember merupakan barang-barang yang selalu dicari oleh seseorang yang tengah menghadapi kebocoran di rumah. Sedangkan enam kapal otok-otok yang terapung di atas air merupakan visualisasi seseorang yang bergelut dengan permasalahan tanpa pernah menemui jalan keluarnya.
Di pojok sebelah kanan ruangan pameran, terdapat pula karya seni milik Zikry Radiansyah yang melambangkan shio monyet. Uniknya, pengunjung akan sedikit kebingungan sebab monyet yang dimaksudkan terletak di dalam gelas berisi air di ujung meja.
"Kenapa monyetnya di air? Pembacaan bazinya itu dominan elemen air. Dijelaskan juga bahwa beliau ini ibaratkan air tenang yang bawahnya riuh. Jadi itu kayak orang yang kelihatannya gak tergesa-gesa, tapi aslinya di dalam tuh punya ambisi yang kuat," jelas Haqi lebih dalam.
Pengunjung mulai memadati pameran seni sejak pukul empat sore, beberapa di antaranya ialah Lieve dan Diandra. Selain untuk memahami budaya Tionghoa, mereka berkunjung untuk mengabadikan momen sebagai tugas perkuliahan. Lieve mengaku tertarik dengan shadow puppet workshop sementara buku-buku antik yang dijual menjadi pemikat tersendiri di mata Diandra.
"Menurut aku Festival Terang Bulan ini tuh salah satu hal yang cocok buat orang-orang pegiat seni, apalagi mereka memperkenalkan budaya lewat cara kreatif. Gak cuma menampilkan budayanya aja tapi banyak interaktif juga kayak kaligrafi nama," ujar mereka saat diwawancarai secara bersamaan.
Terang Bulan Interactive Media Art Experience dapat dikunjungi hingga 15 November mendatang sejak pukul 15.00 setiap harinya kecuali Kamis. Untuk menikmati pameran seni, pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp20.000.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
