Pesan Damai untuk Dunia Lewat Gong Perdamaian dari Tanah Galuh Ciamis

Pesan Damai untuk Dunia Lewat Gong Perdamaian dari Tanah Galuh Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 15:30 WIB
Penabuhan Gong Perdamaian Dunia saat Milangkala ke-17 di Situs Bojonggaluh, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing.
Penabuhan Gong Perdamaian Dunia saat Milangkala ke-17 di Situs Bojonggaluh, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

Suasana kawasan Situs Budaya Bojong Galuh Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, terasa berbeda pada Rabu (9/9/2026). Ratusan warga, pelajar, seniman, budayawan, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkumpul untuk memperingati Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia.

Prosesi peringatan ditandai dengan tabuhan Gong Perdamaian oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajaran Forkopimda. Gong berukuran raksasa dengan diameter 3,33 meter itu berdiri kokoh di kawasan situs bersejarah Karangkamulyan.

Diketahui, Gong tersebut terbuat dari perpaduan perunggu dan plat besi. Proses pembuatannya dilakukan di Yogyakarta dan kini dikenal sebagai Gong Perdamaian terbesar di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian kegiatan diawali kirab budaya. Para pelajar paskibra berjalan beriringan membawa bendera Merah Putih, menciptakan suasana yang kental dengan semangat kebangsaan.

Setelah rangkaian sambutan, prosesi inti dilanjutkan dengan penabuhan gong secara bergantian. Gong kemudian dibasuh menggunakan percikan air dari daun hanjuang oleh tokoh masyarakat, agama, dan budayawan. Kegiatan ditutup dengan pergelaran kesenian tradisional.

ADVERTISEMENT

Hadir dalam kegiatan tersebut pemrakarsa Gong Perdamaian Dunia di Ciamis, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, serta jajaran Forkopimda.

Penabuhan Gong Perdamaian Dunia saat Milangkala ke-17 di Situs Bojonggaluh, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing.Penabuhan Gong Perdamaian Dunia saat Milangkala ke-17 di Situs Bojonggaluh, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).

Gong Perdamaian Dunia di Ciamis digagas Anton Charliyan bersama Yoyo Tjuhaya dan diresmikan pada 9 September 2009. Sejak saat itu, gong tersebut menjadi simbol bahwa Tatar Galuh merupakan tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, keberadaan Gong Perdamaian bukan sekadar simbol atau bagian dari seremoni tahunan. Lebih dari itu, gong tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan nilai yang harus terus dijaga.

Menurut Herdiat, pesan tersebut semakin penting di tengah berbagai konflik geopolitik yang masih terjadi di sejumlah belahan dunia. Situasi politik di dalam negeri juga perlu disikapi dengan kepala dingin agar tidak berkembang menjadi keresahan di tengah masyarakat.

"Perdamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Perdamaian merupakan hasil dari perjuangan, kesadaran, dan komitmen bersama," kata Herdiat.

Ia mengingatkan, semangat menjaga perdamaian sebenarnya telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan cita-cita untuk melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Herdiat kemudian mengaitkan nilai tersebut dengan sejarah Tatar Galuh. Jauh sebelum Indonesia berdiri, masyarakat Galuh telah memiliki warisan sejarah mengenai upaya menjaga persatuan dan menghindari peperangan melalui Mupulung Rahi pada 739 Masehi.

Mupulung Rahi dikenal sebagai rangkaian 10 perjanjian damai yang disepakati para keturunan Wretikandayun. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan menciptakan keharmonisan di wilayah Galuh.

"Dari Mupulung Rahi kita belajar bahwa Galuh atau Ciamis adalah daerah yang cinta damai. Kita harus menghormati warisan para leluhur dan meneruskannya kepada generasi berikutnya," ujar Herdiat.

Ia menilai nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dikenang dalam kegiatan seremonial. Generasi muda perlu diperkenalkan sejak dini agar memahami bahwa perdamaian merupakan warisan yang harus dijaga.

Karena itu, keterlibatan pelajar mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP dalam peringatan tersebut dinilai penting. Herdiat berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang membawa pesan perdamaian, bukan mewarisi konflik.

"Perdamaian itu tidak instan dan tidak mudah. Harus ditanamkan sejak usia dini. Masyarakat kita, khususnya Kabupaten Ciamis, harus menjadi masyarakat yang cinta damai," katanya.

Herdiat juga menyampaikan gagasan agar Ciamis tidak hanya menjadi tempat berdirinya Gong Perdamaian, tetapi berkembang menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai perdamaian kepada dunia.

Ia bahkan berharap para duta besar negara-negara yang berada di Indonesia dapat diundang ke Ciamis untuk melihat langsung warisan sejarah perdamaian Tatar Galuh.

"Kalau kita mempunyai keinginan dan kemauan yang tinggi, insyaAllah tidak ada yang tidak mungkin. Mudah-mudahan Ciamis bisa menjadi rumah nilai perdamaian dan tempat belajar sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis," tuturnya.

Bagi Herdiat, pesan perdamaian juga memiliki kaitan erat dengan kondisi masyarakat. Konflik yang terjadi di berbagai negara tidak hanya menimbulkan korban dan kerusakan, tetapi turut berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Ia mencontohkan gejolak harga bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatnya berbagai kebutuhan masyarakat sebagai salah satu dampak yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tingkat daerah, Herdiat berharap semangat perdamaian dapat berjalan beriringan dengan terciptanya keamanan dan kondusivitas. Menurutnya, daerah yang aman akan lebih mudah menarik kepercayaan dan minat investor untuk ikut membangun perekonomian Ciamis.

"Jangan hanya seremonial seperti ini terus. Paling tidak harus ada manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Ciamis. Kalau kita ciptakan satu daerah yang aman dan kondusif, tidak menutup kemungkinan investor-investor datang untuk menata dan membangun Ciamis agar lebih baik," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ditangkap! Ini Tampang 3 Pelaku Pencurian Kabel Tower di Ciamis"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads