Infografis: Nama Daerah Unik di Tasikmalaya, Singa Sakit hingga Badak Mati

Infografis: Nama Daerah Unik di Tasikmalaya, Singa Sakit hingga Badak Mati

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 07:30 WIB
Infografis nama daerah unik di Tasikmalaya.
Infografis nama daerah unik di Tasikmalaya. (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)
Tasikmalaya -

Setiap daerah punya keunikan masing-masing, termasuk nama wilayahnya. Hal serupa juga ada di Kabupaten Tasikmalaya. Di sini, ada beberapa daerah yang namanya tergolong unik.

Nama daerahnya mengandung unsur satwa. Yang menarik, ada tambahan nama lain yang disematkan ke dalam nama tersebut. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini:

Kabupaten Tasikmalaya sendiri merupakan salah satu daerah di kawasan Priangan Timur, Jawa Barat. Wilayahnya membentang sekitar 2.708 kilometer persegi dan terdiri dari 39 kecamatan serta 351 desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya berada di Kecamatan Singaparna. Nama Singaparna sendiri bukan nama baru, karena sejak dulu kawasan ini telah dikenal sebagai salah satu wilayah penting di Tasikmalaya.

Pada masa lalu, Singaparna merupakan sebuah kewedanaan yang wilayahnya mencakup Singaparna, Leuwisari, Cigalontang, dan Sukaraja. Kawasan tersebut juga berkembang layaknya kota satelit yang berada tidak jauh dari pusat keramaian Tasikmalaya.

ADVERTISEMENT

Ketika Kota Tasikmalaya terbentuk pada awal 2000-an, Singaparna kemudian ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya. Nama Singaparna pun semakin dikenal, termasuk karena bunyinya yang kerap dipelesetkan menjadi Singapura.

Namun, ada hal lain yang membuat nama Singaparna menarik untuk dibahas. Jika dilihat dari bahasa Sunda, nama tersebut terdiri dari kata singa dan parna.

Kata singa tentu merujuk pada hewan buas yang dikenal sebagai raja hutan. Sementara parna dalam bahasa Sunda memiliki arti sakit keras atau mengalami cedera berat.

Dengan demikian, secara etimologis Singaparna dapat dimaknai sebagai singa yang mengalami cedera berat. Makna tersebut terdengar cukup unik untuk sebuah nama wilayah.

Keunikan itu ternyata tidak berdiri sendiri. Di sekitar Singaparna terdapat sejumlah nama kampung yang juga menggunakan nama satwa, salah satunya Kampung Badakpaeh di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna.

Kampung Badakpaeh berada hanya beberapa kilometer dari Alun-alun Singaparna ke arah Kota Tasikmalaya. Namanya berasal dari dua kata Sunda, yakni badak dan paeh.

Badak berarti hewan bercula, sedangkan paeh berarti mati. Jika digabungkan, Badakpaeh secara sederhana berarti badak mati.

Cerita tentang nama satwa juga ditemukan di Kampung Gajahbarang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari Kampung Badakpaeh.

Menurut warga setempat yang pernah diwawancarai detikJabar, Teguh Arifianto, istilah gajah barang berkaitan dengan pemanfaatan gajah sebagai alat transportasi atau pengangkut barang. Gajah tersebut konon digunakan untuk membawa berbagai barang, termasuk hasil pertanian.

"Konon katanya gajah barang itu gajah yang di bagian pundaknya diberi keranjang besar untuk mengangkut barang atau hasil tani," kata Teguh.

Teguh mengakui bahwa keberadaan nama-nama tersebut memang menarik. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti sejarah maupun asal-usul munculnya nama-nama unik tersebut.

"Unik ya singa sakit, badak mati dan gajah barang," kata Teguh.

Nama tempat berbasis satwa ternyata tidak hanya ditemukan di sekitar Singaparna dan Leuwisari. Di Kabupaten Tasikmalaya juga terdapat Desa Kudadepa yang berada di Kecamatan Sukahening.

Kudadepa berasal dari istilah bahasa Sunda kuda depa. Istilah tersebut menggambarkan kuda yang berada dalam posisi mendekam atau tiarap.

Ada pula Kampung Naga di Kecamatan Salawu yang jauh lebih dikenal karena statusnya sebagai kampung adat sekaligus destinasi wisata. Meski menggunakan nama satwa mitos, nama Naga di tempat ini ternyata tidak berkaitan dengan ular naga.

Nama Naga dipercaya merupakan penggalan dari istilah na gawir atau dina gawir. Istilah tersebut menggambarkan lokasi kampung yang berada di kawasan tebing atau jurang.

Dari Singaparna, Badakpaeh, Gajahbarang, Kudadepa hingga Kampung Naga, nama-nama tempat di Kabupaten Tasikmalaya menyimpan cerita yang menarik. Sebagian berkaitan dengan satwa, sebagian lagi menggambarkan kondisi atau aktivitas yang pernah dikenal masyarakat pada masa lalu.

Nama-nama tersebut menjadi bukti bahwa bahasa dan lingkungan dapat meninggalkan jejak dalam sebuah wilayah. Di balik nama yang terdengar sederhana atau bahkan unik, tersimpan potongan cerita yang membuat sejarah Tasikmalaya semakin menarik untuk ditelusuri.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads