Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung mencatatkan rekor MURI pada Jumat (17/7/2026) malam. Rekor itu dihasilkan melalui penampilan drama kolosal bertajuk 'Ciung Wanara'.
Drama kolosal itu melibatkan total 407 orang yang terdiri dari 366 warga binaan dan 41 petugas lapas. Ratusan orang ini memiliki peran krusial dalam proses produksi, seperti penulisan skenario, seni peran, tari, musik, tata rias, pembuatan kostum, hingga penataan panggung.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung Gayatri Rachmi Rilowati mengatakan drama kolosal tersebut mengangkat legenda Ciung Wanara. Pementasan ini merupakan bagian dari pembinaan berbasis seni dan budaya untuk mengembangkan kreativitas, disiplin, kepemimpinan, dan rasa percaya diri warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga menghasilkan manfaat yang nyata untuk masyarakat," katanya.
"Cerita Ciung Wanara itu menggambarkan tentang perjuangan yang tidak mudah, kemudian mengajarkan tentang dan kejujuran. Dan itu diharapkan juga sifat-sifat baik tersebut dimiliki oleh seluruh warga binaan dan juga petugas Lapas," ungkapnya menambahkan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan pergelaran tersebut membuktikan bahwa warga binaan memiliki potensi untuk berkarya dan menghasilkan karya berkualitas. Ia menyatakan, jika warga binaan memperoleh pembinaan yang tepat, model pembinaan seperti ini layak menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.
"Ini salah satu terobosan pembinaan untuk warga binaan sehingga memperlihatkan bahwa di dalam pemasyarakatan itu selalu humanis, memberikan pelayanan yang baik," ujarnya.
"Hal ini supaya ke depan bisa yang bersangkutan punya talenta untuk mengembangkan bakatnya di luar," pungkasnya.
Simak Video "Merasakan Kenikmatan Pijat Spa untuk Relaksasi di Bandung "
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
