Gedebage Jazz Festival Siap Digelar Akhir Pekan Ini

Gedebage Jazz Festival Siap Digelar Akhir Pekan Ini

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Sabtu, 27 Jun 2026 00:05 WIB
Para musisi yang akan tampil di Gedebage Jazz Festival.
Para musisi yang akan tampil di Gedebage Jazz Festival. (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Musisi jazz Indra Lesmana menyiapkan penampilan nostalgia bersama proyek Sydney Reunion di Gedebage Jazz Festival yang digelar di Summarecon Mall Bandung, Sabtu-Minggu 27-28 Juni 2026. Sementara itu, penyanyi jazz Syaharani akan berkolaborasi dengan Bandung Jazz Orchestra membawakan lagu-lagu lawas yang dikemas dengan aransemen segar.

Keduanya membocorkan konsep penampilannya saat konferensi pers di Summarecon Mall Bandung, Jumat (26/6/2026). Bagi Indra, penampilan tersebut akan menjadi momen spesial karena menjadi debut Sydney Reunion di hadapan publik Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun Sydney Reunion merupakan proyek yang mempertemukan kembali Indra Lesmana dengan tiga sahabat musiknya dari Australia, yakni Steve Hunter (bass), Andrew Dickeson (drum), dan Miroslav Bukovsky (terompet). Mereka pertama kali bertemu ketika Indra menetap di Sydney pada akhir 1970-an.

Pertemanan itu kemudian berlanjut menjadi berbagai kolaborasi musik, termasuk membentuk band Nebula pada 1984 yang sempat merilis album di Amerika Serikat pada 1985.

ADVERTISEMENT

Hampir empat dekade kemudian, mereka kembali berkumpul dalam proyek Sydney Reunion yang dibentuk pada 2024 bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Australia. Setelah merilis album bersama, Gedebage Jazz Festival menjadi panggung pertama mereka tampil bersama di Indonesia.

"Sydney Reunion punya nilai besar bukan sekadar musik, tetapi juga persahabatan dua negara yang bertetangga. Hubungan musik Indonesia dan Australia sudah terjalin sejak lama. Dulu Musicaviva rutin mendatangkan musisi jazz Australia ke Indonesia sehingga hubungan itu terus terbangun sampai sekarang," ujar Indra.

Ia mengatakan, penonton tidak hanya akan mendengar lagu-lagu dari album Sydney Reunion. Ia dan para personel juga telah menyiapkan sejumlah lagu yang pernah mereka bawakan bersama sejak era 1980-an.

"Akan ada surprise yang kami siapkan. Bukan hanya lagu-lagu Sydney Reunion, tetapi juga lagu-lagu yang pernah kami bawakan bersama sejak tahun 80-an. Jadi ada rasa nostalgia yang ingin kami hadirkan untuk penonton Indonesia," katanya.

Sementara itu, Syaharani mengaku antusias tampil untuk pertama kalinya di Gedebage Jazz Festival. Dalam panggung perdananya di festival tersebut, ia akan tampil dengan iringan musik dari Bandung Jazz Orchestra.

"Kami sudah tiga kali latihan dan sudah mendapatkan kekraban. Mudah-mudahan semua yang kami bangun selama latihan bisa kami berikan di atas panggung sehingga penonton bisa merasakan kenyamanan dan kegembiraan," ungkapnya.

Ia mengatakan, penampilan tersebut menjadi menarik karena mayoritas personel orkestra tersebut berusia pelajar dan mahasiswa yang akan membawakan nomor-nomor lagu jazz lawas dengan aransemen segar.

"Lagu-lagu yang kami bawakan memang lagu lawas, tetapi bukan berarti kuno atau ditinggalkan," ujar Syaharani.

Menurutnya, keterlibatan Bandung Jazz Orchestra menunjukkan bahwa standar jazz tetap diminati generasi muda. Ia berharap festival seperti Gedebage Jazz dapat menjadi ruang bagi mereka untuk terus berkembang.

"Sebagian besar personelnya masih kuliah, bahkan ada juga yang masih SMA. Itu membuat saya semakin yakin bahwa lagu-lagu standar jazz bisa terus dipelajari dan digali oleh generasi muda," katanya.

Ingin Jadi Identitas Musik Bandung

Lebih lanjut, Center Director Summarecon Mall Bandung Juni Hadi Hasan mengatakan, penyelenggaraan Gedebage Jazz Festival tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan. Mulai dari kolaborasi musisi mancanegara, penambahan area pertunjukan, hingga masterclass bersama musisi.

Menurut Juni, festival ini ingin memiliki identitas yang kuat sebagai festival jazz khas Bandung sekaligus menghapus anggapan bahwa jazz hanya dinikmati kalangan tertentu.

"Kami ingin Bandung punya event yang punya identitas. Jazz bukan hanya musik, melainkan semangat kreativitas, improvisasi, dan bagaimana berbagai perbedaan bisa bertemu dalam harmoni. Kami juga ingin menghilangkan kesan bahwa jazz itu sulit dan hanya untuk orang-orang tua," ujar Juni.

Selain konser utama, Gedebage Jazz Festival juga menghadirkan Live Jazz Corner, Music Market, dan Masterclass bersama Indra Lesmana & Sydney Reunion. Festival ini akan dimeriahkan oleh Barry Likumahuwa & The Rhythm Service feat Saung Angklung Udjo, Andrea Cui & Julian Chan, Takahiro Miyazaki x Trio B.A.E, Jazzbois, Krakatau Reunion, Erwin Gutawa, Dewa 19 feat Virzha, Maliq & D'Essentials, serta sejumlah musisi lainnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads