Mengenal Tradisi Nadran di Sindangrasa, Ziarah dan Edukasi Sejarah

Mengenal Tradisi Nadran di Sindangrasa, Ziarah dan Edukasi Sejarah

Dadang Hermansyah - detikJabar
Jumat, 26 Jun 2026 17:04 WIB
Warga Sindangrasa Ciamis melaksanakan Tradisi Nadran di makam leluhur.
Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Sejak Jumat (26/6/2026) pagi, warga Kelurahan Sindangrasa berbondong-bondong mendatangi kompleks makam Syekh Tubagus Satariyah di kawasan Gunung Galuh. Bersama tokoh agama dan perangkat kelurahan, mereka melaksanakan Tradisi Nadran sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menyambut Tahun Baru Islam.

Tradisi Nadran ini merupakan kearifan lokal warga Sindangrasa yang terus dijaga kelestariannya setiap memasuki bulan Muharam.

Usai memanjatkan doa di makam Syekh Tubagus Satariyah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kompleks Makam Dalem Patinggi atau Dewi Naganingrum di Lingkungan Margasari. Di lokasi tersebut, warga kembali berdoa bersama sebelum mengakhiri kegiatan dengan tradisi makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi Nadran menjadi salah satu rangkaian Gebyar Muharaman yang rutin digelar masyarakat Sindangrasa. Tahun ini, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjelang peluncuran Kampung Zakat Kelurahan Sindangrasa.

Warga Sindangrasa Ciamis melaksanakan Tradisi Nadran di makam leluhur.Warga Sindangrasa Ciamis melaksanakan Tradisi Nadran di makam leluhur. Foto: Dadang Hermansyah

Amil Kelurahan Sindangrasa, Asep Sukran Hidayat, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Muharam di Sindangrasa dilaksanakan secara meriah, diawali dengan pawai obor pada malam hari. Setelah Nadran, agenda akan dilanjutkan dengan santunan anak yatim, sunatan massal, hingga puncak acara peluncuran Kampung Zakat pada 30 Juni mendatang.

ADVERTISEMENT

"Rangkaian Muharam tahun ini kami awali dengan pawai obor. Hari ini kami melaksanakan Tradisi Nadran dengan berziarah ke dua makam leluhur, kemudian besok dilanjutkan santunan bagi 110 anak yatim, sunatan massal, dan ditutup dengan launching Kampung Zakat. Semua kegiatan ini kami kemas sebagai bentuk syukur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat," ujar Asep kepada detikJabar.

Menurutnya, Tradisi Nadran bukan sekadar ziarah makam. Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk mengenalkan sejarah Kelurahan Sindangrasa kepada generasi muda.

"Kami mengajak masyarakat mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun Sindangrasa. Lewat kegiatan ini kami juga ingin mengedukasi generasi muda agar mengenal sejarah daerahnya, memahami siapa para pendahulu yang telah berjuang, sekaligus menghargai warisan budaya yang masih terjaga hingga sekarang," katanya.

Asep menjelaskan, makam yang diziarahi memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat. Syekh Tubagus Satariyah dikenal sebagai penasihat Bupati Adi Kusuma pada masa Galuh, sedangkan Dalem Patinggi merupakan salah seorang sesepuh dan tokoh penting di wilayah tersebut pada era Kerajaan Galuh.

Warga Sindangrasa Ciamis melaksanakan Tradisi Nadran di makam leluhur.Warga Sindangrasa Ciamis melaksanakan Tradisi Nadran di makam leluhur. Foto: Dadang Hermansyah

Ia berharap tradisi yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya itu dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya.

"Harapan kami sederhana, anak-anak dan generasi muda jangan sampai melupakan jati dirinya. Mereka harus tahu sejarah daerahnya dan menghormati jasa para leluhur. Dengan begitu, nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk memberi manfaat kepada masyarakat akan terus diwariskan," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Sindangrasa, Mochamad Farden Fauzan Daffa, bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar berkat dukungan masyarakat serta berbagai lembaga di tingkat kelurahan.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib dan mendapat dukungan dari masyarakat. Kami berharap Tradisi Nadran bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar, bahkan menjadi salah satu ciri khas Kelurahan Sindangrasa yang dikenal hingga tingkat kabupaten," ujarnya.

Menurut Daffa, kegiatan budaya seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menggali sejarah lahirnya Kelurahan Sindangrasa. Ia berharap berbagai situs bersejarah di wilayah tersebut dapat terus dijaga sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.

"Ke depan kami ingin situs-situs budaya dan makam leluhur ini tidak hanya dikenal masyarakat setempat, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran bagi pelajar maupun masyarakat umum. Kalau terus dirawat dan dikenalkan, sejarah Sindangrasa tidak akan hilang ditelan zaman," pungkasnya.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads