Netizen dibuat geger dengan beredarnya video bernarasi adanya temuan candi besar di Situs Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Gurah. Dalam video itu, tampak struktur batu, arca hingga makara berukuran besar yang membuat publik penasaran dengan keberadaan situs purbakala tersebut.
Namun setelah ditelusuri, video yang ramai beredar itu ternyata bukan dokumentasi penemuan baru. Visual tersebut merupakan rekaman lama saat proses ekskavasi dilakukan tim arkeologi beberapa tahun lalu. Meski begitu, Situs Adan-Adan memang menyimpan banyak fakta menarik dan disebut-sebut sebagai salah satu kompleks candi terbesar di Jawa Timur.
Berikut fakta-fakta Situs Adan-Adan di Kediri yang viral di media sosial:
1. Video Viral Ternyata Dokumentasi Lama
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan proses penggalian struktur batu besar, arca, hingga makara di Situs Adan-Adan. Banyak warganet mengira penemuan tersebut baru terjadi, padahal dokumentasi itu merupakan rekaman lama saat ekskavasi berlangsung pada 2022 dan kembali ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, memastikan informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
"Itu foto-foto lama waktu ekskavasi tahun 2022," ujar Ikhwan saat ditemui di lokasi, Jumat (8/5/2026).
2. Situs Adan-adan Diteliti Sejak 2016
Situs Adan-Adan bukan penemuan baru karena kawasan ini sudah menjadi perhatian arkeolog nasional sejak pertama kali ditemukan pada 2016. Sejak saat itu, proses ekskavasi dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun untuk mengungkap struktur bangunan dan artefak yang masih tertimbun di bawah tanah.
Hasil penelitian sementara menunjukkan situs ini diduga merupakan kompleks candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9 hingga ke-11 Masehi. Dugaan itu diperkuat dengan sejumlah temuan penting saat penggalian berlangsung.
"Situs Adan-Adan sebenarnya sudah menjadi perhatian arkeolog nasional sejak ditemukan pada tahun 2016," jelas Ikhwan.
3. Diduga Kompleks Candi Buddha
Dugaan bahwa Situs Adan-Adan merupakan kompleks candi Buddha semakin kuat setelah tim arkeolog menemukan kepala arca Buddha dan fragmen stupa di beberapa titik ekskavasi pada 2020. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting mengenai corak keagamaan yang berkembang di kawasan itu pada masa lampau.
Selain artefak Buddha, pola bangunan yang ditemukan juga memperlihatkan karakter khas kompleks percandian Buddha kuno. Struktur yang tersusun bertingkat dan keberadaan stupa memperkuat dugaan bahwa situs ini pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan besar.
4. Diduga Lebih Besar dari Borobudur
Salah satu temuan paling mencolok di Situs Adan-Adan adalah makara atau hiasan tangga candi yang ukurannya sangat besar. Bahkan, ukuran makara tersebut disebut-sebut lebih besar dibanding makara yang ada di Candi Borobudur sehingga memunculkan dugaan bahwa bangunan utama situs ini berukuran sangat megah.
Menurut Ikhwan, ukuran makara biasanya menjadi penanda besarnya sebuah bangunan candi. Karena itu, banyak pihak menduga kompleks candi di Adan-Adan memiliki dimensi yang luar biasa besar.
"Biasanya ukuran makara itu menunjukkan besarnya bangunan candi. Makanya muncul anggapan kalau candinya bisa jadi sangat besar. Bahkan ada yang menyebut makara di sini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara," jelas Ikhwan.
Melihat Situs Adan-adan di Kediri Foto: Andhika Dwi |
5. Diduga Memiliki Kawasan Candi Sangat Luas
Meski belum seluruh area terbuka, hasil ekskavasi menunjukkan Situs Adan-Adan memiliki pola mandala dengan bangunan inti di tengah yang dikelilingi teras-teras luar. Dari 48 titik penggalian yang sudah dilakukan, bangunan utama diperkirakan memiliki ukuran sekitar 21 meter.
Sementara itu, total kawasan situs diperkirakan mencapai sekitar 800 meter per segi sehingga menjadikannya salah satu kompleks percandian terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Kediri. Luas kawasan ini masih terus diteliti karena sebagian besar struktur diperkirakan masih tertimbun tanah.
6. Diduga Rusak Akibat Letusan Gunung Kelud
Tim arkeolog juga menemukan bagian puncak stupa yang terkubur cukup dalam di bawah tanah. Kondisi itu menunjukkan bangunan candi kemungkinan pernah roboh akibat bencana besar yang terjadi pada masa lampau.
Kerusakan tersebut diduga dipicu aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau bencana alam lainnya. Selain itu, ditemukan pula sejumlah arca yang belum selesai dikerjakan, mengindikasikan pembangunan kompleks candi tersebut terhenti sebelum rampung sepenuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)

