Membahas kesenian di Bandung hampir tidak ada habisnya. Pencampuran budaya membuat keragaman bentuk seni menjadi lebih kaya, salah satunya seni pertunjukan wayang potehi.
Jalan Cibadak di Kecamatan Astana Anyar merupakan daerah Pecinan di Bandung. Tjap Sahabat, salah satu warung makan sekaligus galeri seni di kawasan tersebut, menggelar kegiatan bertajuk Kelana Wayang Potehi.
1. Pelestarian Wayang Potehi
Pertunjukan seni ini merupakan rangkaian kegiatan dalam Cap Cip Cup Fest. Festival ini menyajikan berbagai aktivitas seperti pameran seni visual, pertunjukan wayang potehi, hingga lokakarya pembuatan boneka potehi dan cenderamata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara ini bertujuan melestarikan dan mengenalkan seni boneka kain tersebut kepada masyarakat luas. Dalang dari Sanggar Seni Wayang Potehi Siauw Pek San, Andika Pratama, mengatakan pertunjukan ini menjadi sarana edukasi bagi warga tentang keberadaan wayang potehi.
Wayang Potehi (Foto: Adi Mukti/detikJabar). |
"Ini upaya melestarikan seni pertunjukan boneka kain. Tidak hanya itu, di sini kami juga membantu masyarakat untuk belajar terkait wayang potehi karena kami menyediakan literatur budaya mengenai seni ini," ujar Andika.
2. Sanggar Seni Wayang Potehi
Sanggar Siauw Pek San didirikan di Jakarta pada 2023. Kelompok ini beranggotakan seniman dan pegiat muda dari berbagai latar belakang yang memandang potehi sebagai ruang penciptaan serta dialog antara masa lalu dan masa kini.
Andika menerangkan bahwa wayang potehi berasal dari Suku Hokkien di Tiongkok Selatan, yang kemudian dibawa oleh komunitas mereka ke Indonesia.
Awalnya, komunitas Tionghoa menyebut potehi sebagai seni pertunjukan boneka kain. Namun sesampainya di Indonesia, penyebutannya berubah menjadi wayang potehi.
3. Sejarah Nama Wayang Potehi
"Po artinya kain, te itu kantong, sedangkan hi adalah boneka atau seni. Awalnya secara bahasa disebut seni pertunjukan boneka, tetapi ketika masuk ke Indonesia berubah menjadi wayang karena orang Indonesia mengasosiasikannya mirip dengan wayang," ungkap Andika.
Wayang Potehi (Foto: Adi Mukti/detikJabar). |
Wayang potehi telah masuk ke Indonesia sejak abad ke-17. Dalam perjalanannya, potehi berkembang bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium ritual dan pewarisan nilai-nilai luhur.
Festival ini rencananya akan digelar dua kali dalam setahun dengan mengusung konsep yang berbeda-beda pada setiap gelarannya.
Simak Video "Video: Tol Cipularang Padat Merayap Menuju Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)


