Gairah Seni Kontemporer Mulai Merambah di Nusantara

Muhammad Fadhil Raihan - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 01:00 WIB
Perupa kontemporer senior, Fx Harsono
Perupa kontemporer senior, Fx Harsono (Foto: Muhammad Fadhil Raihan)
Bandung -

Perupa kontemporer senior dari Indonesia, Fx Harsono sebut kota Bandung sebagai salah satu pusat perkembangan seni kontemporer di Indonesia. Menurutnya, seni kontemporer di Bandung berkembang sejak tahun 2005.

"Saya melihat hal yang menarik ketika tahun 2005 di Jakarta, seniman bandung waktu itu luar biasa bikin geger karena karyanya keren-keren," ucap Harsono pada awak media di Lawangwangi creative space, Dago Giri, Bandung Barat, Jumat (12/8/2022).

Harsono juga menyebutkan bahwa seni kontemporer banyak bermunculan di Bandung. Hal tersebut terbukti pada ajang Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) yang mana seniman dari Bandung kerap menjadi yang terdepan. Harsono merupakan salah satu juri dari ajang BaCAA ke-7 yang dilaksanakan tahun ini.


"Selama mengikuti BaCAA, nominasi dari Bandung selalu menarik dan kuat," tambah Harsono.

Meskipun begitu, Harsono juga tidak menapikan bahwa kini perkembangan seni kontemporer sudah merata di setiap daerah.

"Sekarang seni dan konsep yang kuat tidak lagi dari Bandung. Ini artinya perkembangan mulai merata dan dominasi ITB dan Bandung mulai mencair," ujar Harsono.

Pameran karya seni kontemporer.Pameran karya seni kontemporer. Foto: Muhammad Fadhil Raihan

Harsono menyampaikan perkembangan yang merata tersebut karena seniman dari daerah lain mulai mengeksplor secara sendiri. Kemudian juga mulai bermunculan komunitas kolektif yang menjadi wadah seniman.

"Mereka mulai eksplor sendiri dan juga muncul komunitas kolektif seperti di Yogyakarta, Surabaya, dan bahkan Bali," jelas Harsono.

Sebagai juri dari BaCAA ke-7, Harsono berharap bahwa ajang ini dapat menjadi wadah perkembangan seniman muda kontemporer.

"Harapannya para finalis dan pemenang dapat menjadi seniman muda yang potensial," tutup Harsono.

(yum/yum)