Saat Siswa SD Menjaga Kelestarian Sisingaan di Subang

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 21:54 WIB
Siswa SDN Banjarsari berlatih tarian sisingaan.
Siswa SDN Banjarsari berlatih tarian sisingaan. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Kabupaten Subang dikenal dengan salah satu kesenian khasnya, yakni sisingaan. Kesenian ini terus berusaha dilestarikan.

Salah satu upaya pelestarian ini dilakukan siswa di SDN Banjarsari, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Para siswa SDN Banjarsari ini sudah mulai diajarkan para gurunya untuk mendalami tarian sisingaan. Bahkan, tarian sisingaan ini juga sudah masuk dalam pelajaran ekstrakulikuler.


Kelihaian menampilkan atraksi sisingaan di halaman sekolah ini pun terlihat saat siswa SDN Banjarsari tersebut itu mengangkut boneka dari singa. Siswa tersebut saat ini sedang melakukan berlatih untuk tampil pada perayaan Hari Pramuka pada 14 Agustus mendatang di Subang.

Salah seorang siswa SDN Banjarsari, Arif yang merupakan siswa kelas 4 mengaku bahagia dan bangga akan menampilkan tarian khas dari Kota Nanas tersebut.

"Seru, memang suka sama tarian sisingaan, suka ngelihat juga kalau misalkan ada acara tari sisingaan, jadi suka," ujar Arif saat diwawancarai detikJabar, Rabu (10/8/2022).

Selain Arif, siswa lainnya pun turut menikmati tarian dari sisingaan itu, yaitu Agus siswa kelas 5 SDN Banjarsari. Dirinya mengaku sudah mencintai tarian dari sisingaan sejak kelas 1 SD.

"Dari dulu sudah suka, sekarang bisa ikutan sama yang lain tari sisingaannya sekalian bisa main juga," kata dia.

Sementara itu, menurut guru olahraga dari SDN Banjarsari Dedi Nurhaedi, tarian sisingaan khas Subang tersebut sudah menjadi unggulan. Bahkan, para siswa wajib latihan untuk menampilkan sisingaan.

"Khusus ekstrakurikuler yang diunggulkan di sekolah ini yaitu tari sisingaan, kebetulan dari potensi-potensinya juga sudah ada dari siswa, terutama orang tua siswanya juga ikut mendukung," tuturnya.

Siswa SDN Banjarsari berlatih tarian sisingaan.Siswa SDN Banjarsari berlatih tarian sisingaan. Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

Dedi mengaku tidak mengalami kesulitan besar saat mengajarkannya karena siswa sudah lihai menari sisingaan. Yang jadi kendala yaitu selalu berganti formasi karena siswa sudah belajar keluar karena sekolahnya tuntas.

"Satu sisingaan itu ada empat siswa yang memainkan sisingaan. Nah kalau kesulitannya itu setiap siswa yang sudah bisa (selanjutnya) otomatis siswa keluar dari sekolah karena sudah lulus. Otomatis kan harus mulai lagi dari siswa yang lainnya," ujarnya.

Adanya ektrakurikuler tarian sisingaan ini bertujuan untuk pelestarian budaya dan kesenian. Sehingga sisingaan ini diharapkan bisa terus lestari.

"Tujuan utamanya tentu untuk melestarikan budaya terus juga supaya anak-anak bisa terus mencintai budaya itu yang paling utama," ungkapnya.

Sementara selain tarian sisingaan yang diperagakan siswa, pemain musiknya pun dimainkan siswa. Dimulai dari alat musik gong, kendang, terompet hingga kecrek.

"Semuanya dari siswa pastinya kita guru-guru hanya mengajarkan dan mengawasi siswa," ucapnya.

Siswa dari SDN Banjarsari itu sudah sering mengikuti acara-acara festival yang dapat menampilkan dari tarian sisingaan. Diharapkan tarian sisingaan tersebut sudah harus mulai diterapkan sejak dini demi terus menghadirkan generasi penerus.

(orb/orb)