Jualan Mi Instan di Gunung, Pemuda Ini Raup Rp 3,8 Juta Sehari

Jualan Mi Instan di Gunung, Pemuda Ini Raup Rp 3,8 Juta Sehari

detikFood - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 21:00 WIB
Cuma Jual Mie Instan di Gunung, Pria Ini Raup Rp3,8 Juta Per Hari
Jualan mi di gunung. Foto: Food NDTV
Bandung -

Pemuda bernama Badal Thakur mencoba berjualan mi instan di kawasan pegunungan India. Berbekal lapak sederhana, ia ternyata mampu menjual hingga 350 porsi dan meraup omzet sekitar Rp3,8 juta dalam sehari.

Jualan makanan di kawasan wisata memang menawarkan peluang tersendiri. Badal membuktikannya dengan membuka lapak mi instan di jalur yang ramai dilalui wisatawan dan pendaki.

Tanpa kedai besar atau peralatan mewah, Badal hanya mengandalkan meja sederhana dan perlengkapan memasak. Namun, sajian mi instan panas itu justru menarik banyak pembeli yang membutuhkan makanan hangat di tengah udara pegunungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Food NDTV, Senin (5/10/2026), Badal awalnya melakukan eksperimen sederhana. Ia ingin mengetahui seberapa besar penghasilan yang bisa ia dapatkan dengan berjualan mi instan di kawasan pegunungan selama satu hari.

ADVERTISEMENT

Eksperimen tersebut ia bagikan melalui video berjudul 'Selling Maggi in Mountains for a Day'. Video itu memperlihatkan aktivitas Badal sejak membuka lapak hingga melayani wisatawan yang membeli mi instan.

Badal tidak menyiapkan strategi bisnis yang rumit. Ia hanya membawa mi instan merek Maggi, perlengkapan memasak, dan sejumlah bahan pendukung. Ia kemudian memilih lokasi yang ramai dilewati wisatawan.

Ide tersebut muncul setelah Badal melihat kondisi para pendaki di kawasan pegunungan. Banyak wisatawan menempuh perjalanan cukup jauh sehingga membutuhkan makanan hangat selama perjalanan.

"Saya berada di sini untuk melihat berapa banyak uang yang bisa didapatkan dengan berjualan mie instan di atas gunung dalam satu hari," ujar Badal.

Badal memilih Maggi karena proses memasaknya praktis dan cocok disantap ketika suhu udara terasa dingin. Ia menyajikan mi dalam kondisi panas sehingga wisatawan bisa langsung menikmatinya di lokasi.

Lapak Badal tampak sederhana. Ia hanya menggunakan satu meja untuk menyiapkan pesanan pelanggan. Berbagai bahan untuk memasak mi tersusun di atas meja tersebut.

Sebuah tabung gas juga terlihat di dekat lapak. Badal memanaskan air menggunakan panci berukuran besar sebelum memasak mi instan untuk para pembeli.

Ia menawarkan dua pilihan menu. Mi instan biasa ia jual dengan harga 70 rupee atau sekitar Rp13 ribu. Sementara itu, varian keju ia banderol 100 rupee atau sekitar Rp18 ribuan.

Penjualan pada hari itu ternyata jauh melampaui perkiraan. Badal memperkirakan mampu menjual sekitar 300 hingga 350 porsi mi instan.

Dari ratusan porsi yang terjual tersebut, Badal menyebut omzetnya bisa mencapai Rp3,8 juta dalam sehari. Eksperimen sederhana berjualan mi instan di pegunungan itu pun menghasilkan omzet yang cukup besar.

Baca berita selengkapnya di detikFood.

(dfl/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads