Harapan Amin Pendapatan Bisa Tergenjot Naik dengan Becak Listrik

Harapan Amin Pendapatan Bisa Tergenjot Naik dengan Becak Listrik

Ony Syahroni - detikJabar
Jumat, 04 Sep 2026 23:30 WIB
Amin, salah seorang pengemudi becak yang mendapat bantuan becak listrik
Amin, salah seorang pengemudi becak yang mendapat bantuan becak listrik (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Selama 16 tahun, Amin bekerja sebagai pengayuh becak di jalanan Kota Cirebon. Penghasilannya pun tak menentu. Kadang, sampai sore dia hanya membawa pulang sekitar Rp50 ribu.

Kini, Amin punya kendaraan baru untuk mencari penumpang. Bukan lagi becak yang harus dikayuh dengan tenaga kaki, melainkan becak listrik.

Amin menjadi salah satu tukang becak yang menerima becak listrik di Kota Cirebon. Becak-becak baru itu berjajar rapi di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik tampilan kendaraan barunya, ada harapan Amin agar pendapatannya ikut berubah. "Ya harapannya bisa lebih baik lah," kata Amin sembari memegang becak listrik yang baru ia terima.

Pria berusia 57 tahun itu mengaku sudah bekerja sebagai tukang becak sejak 2010. Biasanya dia mencari penumpang di kawasan Samadikun, Kota Cirebon.

ADVERTISEMENT

Selama menggunakan becak manual, Amin harus mengandalkan kekuatan kaki untuk mengantar penumpang. Penghasilannya pun tidak bisa dipastikan setiap hari. "Ya enggak tentu. Kadang sampai sore itu Rp50 ribu," ujarnya.

Karena itu, becak listrik menjadi sesuatu yang cukup berarti bagi Amin. Dia bisa membawa penumpang tanpa harus mengayuh sekuat tenaga. "Mungkin jadi enggak terlalu capek," katanya.

Menurut Amin, peminat becak sebenarnya masih ada. Penumpangnya pun bukan hanya warga Cirebon. Ada pula tamu hotel yang menggunakan jasanya untuk berkeliling kota.

Biasanya, kata dia, penumpang meminta diantar berkeliling ke sejumlah lokasi di daerah tersebut, termasuk tempat wisata. "Penumpangnya kadang tamu hotel. Biasanya minta keliling-keliling, kadang ke keraton," katanya.

Dengan becak listrik yang terlihat lebih modern, Amin berharap semakin banyak orang tertarik menggunakan jasanya. "Ya mudahan-mudahan lah," ujarnya.

Sebanyak 200 becak listrik kini disalurkan di Kota Cirebon. Bantuan itu diperuntukkan bagi pengemudi becak berusia 55 tahun ke atas.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyebut kehadiran becak listrik bukan hanya untuk meringankan tenaga pengemudi. Kendaraan itu juga diharapkan bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Kota Cirebon.

"Bantuan Bapak Presiden berupa becak listrik 200 unit sudah diluncurkan di Kota Cirebon. Ini untuk pengemudi yang berusia 55 tahun ke atas," kata dia.

Pemkot Cirebon menyiapkan fasilitas pengisian daya di sejumlah tempat. Pengemudi bisa mengisi daya di kantor kelurahan, kecamatan, dinas, hingga instansi lainnya ketika baterai becaknya habis.

"Untuk pengisian dayanya, saya sudah perintahkan semua jajaran yang ada di Kota Cirebon ini untuk bisa membantu pada saat pengemudi becak ini habis listriknya di manapun, bisa di kelurahan, kecamatan, dinas ataupun instansi-instansi yang lainnya. Ini insyaallah mudah-mudahan semuanya kita support," katanya.

Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nuryana mengatakan distribusi becak listrik merupakan program yang menyasar pengemudi becak di berbagai daerah.

Program tersebut mulai berjalan sejak 2025. Setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, distribusi kini bergerak ke sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Cirebon.

"Memang diamanatkan oleh Bapak Prabowo untuk mendistribusikan becak listrik ini ke seluruh Indonesia. Sejak tahun 2025 kita mulai, kita mendistribusikan itu di Jawa Timur, Jawa Tengah, rata-rata 200 sampai 250 unit. Sekarang Jawa Barat," kata Nuryana.

Dari target 25 ribu unit yang didistribusikan tahun ini, kata dia, sekitar 10 ribu unit sudah tersalurkan. Secara keseluruhan, program tersebut menargetkan 80 ribu unit becak listrik untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Total target tahun ini kalau bisa kita mendistribusikan 25.000 dari 80.000 total unit untuk seluruh Indonesia. Sekarang baru 10 ribu," kata dia.

Nuryana mengatakan program tersebut menyasar para pengemudi becak yang hingga kini masih bekerja mencari nafkah.

"Terutama bapak-bapak lansia yang masih mencari nafkah, memikirkan dan memperjuangkan keluarganya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan becak listrik diharapkan bisa mengurangi beban para pengemudi sekaligus membantu mereka tetap mendapatkan penghasilan.

"Melalui program becak listrik ini, Bapak Prabowo berupaya supaya minimal meringankan tenaga penarik becak, tidak perlu mengayuh," katanya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads