Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengubah arah pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Kawasan tersebut tidak lagi hanya diposisikan sebagai bandara komersial, tetapi diproyeksikan menjadi pusat industri dirgantara nasional yang terintegrasi dengan pengembangan Kawasan Rebana.
Perubahan arah pengembangan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT BIJB. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem industri kedirgantaraan di Kertajati.
Komisaris PT BIJB Dedi Taufik mengatakan transformasi Kertajati merupakan implementasi arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengoptimalkan aset strategis daerah agar mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
"Dukungan dan arahan Bapak Gubernur Dedi Mulyadi sangat jelas, yakni menjadikan Kertajati sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat. Karena itu, kami terus mengakselerasi berbagai kerja sama strategis agar kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga berkembang menjadi pusat investasi industri berteknologi tinggi," kata Dedi dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Dedi, perubahan orientasi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi optimalisasi BIJB Kertajati. Ke depan, kawasan itu akan dikembangkan sebagai pusat industri dirgantara yang mencakup fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO), manufaktur pesawat, flight test center, hingga industri pesawat tanpa awak (drone).
Ia menilai kehadiran industri dirgantara akan menjadi penggerak tumbuhnya berbagai sektor lain, mulai dari manufaktur, logistik, pendidikan vokasi, hingga industri pendukung yang tersebar di kawasan Rebana.
Kertajati juga disiapkan sebagai simpul utama pengembangan Kawasan Rebana yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian timur.
"Dengan kawasan pengembangan sekitar 180 hektare yang didukung konektivitas Tol Cisumdawu dan Pelabuhan Patimban, Kertajati siap menjadi magnet investasi dirgantara nasional. Kami optimistis investasi baru akan mendorong lahirnya lapangan kerja, memperkuat rantai pasok global, sekaligus menjadikan Jawa Barat sebagai pusat industri teknologi tinggi di Indonesia," ujar Dedi.
"Pada saat yang sama, Kertajati akan menjadi mercusuar bagi Kawasan Rebana, menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah dan menarik investasi strategis dalam skala yang lebih besar," pungkasnya.
(bba/sud)