Wajah sibuk menyelimuti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Minasari, Pangandaran. Di bawah lampu temaram bangsal pelelangan, deretan keranjang berisi komoditas laut segar berjejer menanti ketukan palu pelelang. Musim timur yang tengah berlangsung membawa berkah tersendiri, ikan dan udang meruyak di perairan, membuat perahu-perahu nelayan pulang dengan muatan penuh.
Namun, hukum besi ekonomi supply and demand kembali menunjukkan taringnya. Kelimpahan tangkapan ini justru memicu kecemasan baru di tingkat bawah. Ketika volume tangkapan melonjak drastis, harga jual di pasar lokal perlahan merosot tajam.
Di sudut lain pelelangan, Dodi Rawan, salah seorang nelayan lokal, berharap penuh agar harga tetap bertahan meski muatan melimpah. Ia berharap agar harga tetap stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang tajam.
Baginya, peningkatan hasil tangkapan dalam dua hingga tiga hari terakhir bak pisau bermata dua. Di satu sisi ia bersyukur bisa membawa lebih banyak udang, tetapi di sisi lain kantongnya menjerit karena harga udang lokal yang mentok di angka murah.
"Sekarang harga udang lokal mentok di Rp75 ribu (per kilogram), enggak mau naik lagi. Padahal kalau lagi sepi, harganya bisa Rp100 ribu sampai Rp130 ribu," kata Dodi saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (14/7/2026).
Baginya dan nelayan lokal, penurunan harga ini berpotensi mencekik karena tidak beriringan dengan penurunan biaya operasional.
Simak Video "Menikmati Suasana Pantai yang Tenang di Malam Hari di Pangandaran "
(mso/mso)