BPS Bidik Data Warga Bogor Cari Cuan dari Bisnis Affiliate dan Digital

BPS Bidik Data Warga Bogor Cari Cuan dari Bisnis Affiliate dan Digital

Andry Haryanto - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 17:45 WIB
Affiliate marketing, online business model concept. Women use laptop with virtual screen of affiliate marketing icons and SEO functions. make money online for social media marketing. business strategy
Ilustrasi affiliate marketing. (Foto: Getty Images/pcess609)
Bogor -

Pelaku usaha online, dropshipper, reseller hingga affiliate yang selama ini berbisnis dari balik layar ponsel kini masuk radar Sensus Ekonomi 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor mengaku sengaja mendatangi rumah warga satu per satu untuk mencari usaha-usaha yang selama ini tidak terlihat dalam pendataan konvensional.

Kepala BPS Kabupaten Bogor Bambang Pamungkas mengatakan pendataan hari pertama Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara door to door dengan target memperoleh gambaran utuh kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Hari pertama ini door to door sudah berjalan. Targetnya kita mendata lengkap keadaan sosial ekonomi dan usaha masyarakat secara lengkap," kata Bambang kepada detikJabar, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tantangan terbesar justru bukan mendata toko atau usaha yang memiliki bangunan fisik. Kesulitan muncul ketika harus menemukan pelaku usaha digital yang beroperasi dari rumah tanpa papan nama maupun tempat usaha.

ADVERTISEMENT

"Banyak yang usaha tidak kelihatan kan. Yang online-online itu kan tidak kelihatan. Makanya kita door to door ke semua keluarga," ujarnya.

Karena itu, petugas sensus tidak hanya mencatat penghuni rumah. Mereka juga akan menggali sumber penghasilan setiap anggota keluarga melalui serangkaian pertanyaan yang telah disiapkan saat pelatihan.

Petugas akan menanyakan apakah seseorang memiliki usaha sendiri, menjual barang, menawarkan jasa, hingga memperoleh pendapatan dari aktivitas digital.

"Sekarang ada skema-skema affiliate. Itu juga akan kita tanya. Petugas sudah dilatih bagaimana melakukan probing supaya usaha-usaha yang tidak terlihat itu bisa terdata," jelas Bambang.

Ia menegaskan seluruh usaha akan dicatat, mulai dari yang baru berjalan, merugi, hingga yang sudah berkembang. Data tersebut nantinya digunakan untuk mengelompokkan usaha berdasarkan skala, mulai dari mikro, kecil, menengah hingga besar.

Bambang menyebut pendataan terhadap usaha digital menjadi salah satu keuntungan Sensus Ekonomi 2026. Selama ini pemerintah belum memiliki gambaran yang utuh mengenai jumlah warga yang memperoleh penghasilan dari platform digital.

"Nanti kita akan tahu berapa banyak usaha yang dilakukan masyarakat secara online. Gambaran itu selama ini masih kasar, makanya sekarang sedang kita cari," katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadi warga pertama yang menjalani pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. Rudy mengajak masyarakat memberikan data yang benar dan lengkap agar hasil sensus dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurut Rudy, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam merancang program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Mari dukung dan sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap," ujar Rudy dalam siaran persnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads