Gegara Maskapai Bangkrut, Bandara Kecil Ini Jadi Lumpuh

Gegara Maskapai Bangkrut, Bandara Kecil Ini Jadi Lumpuh

Femi Diah - detikJabar
Sabtu, 23 Mei 2026 21:30 WIB
Ilustrasi bandara
Ilustrasi bandara. Foto: Getty Images/dmitriymoroz
Jakarta -

Keputusan Spirit Airlines menghentikan operasional pada 2 Mei 2026 berdampak besar terhadap sejumlah bandara kecil di Amerika Serikat. Salah satu yang paling terdampak ialah Arnold Palmer Regional Airport di Latrobe, Pennsylvania.

Bandara tersebut kini tidak lagi memiliki layanan penerbangan komersial. Lokasinya berada sekitar 45 mil dari Pittsburgh dan selama ini sangat bergantung pada operasional Spirit Airlines.

Sebelum berhenti beroperasi, Spirit Airlines menjadi satu-satunya maskapai komersial yang melayani penerbangan di bandara tersebut. Setelah maskapai itu tutup, seluruh jadwal penerbangan komersial otomatis kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat masih aktif, Spirit melayani sekitar 15 penerbangan setiap pekan dari Arnold Palmer Regional Airport. Rute utamanya meliputi penerbangan dari Latrobe menuju Fort Lauderdale dan Orlando.

ADVERTISEMENT

Kini, aktivitas penerbangan yang tersisa hanya layanan charter pribadi dengan biaya yang jauh lebih mahal dibandingkan maskapai bertarif murah atau low-cost carrier.

"Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Meskipun tidak sepenuhnya mengejutkan, ini merupakan pukulan besar bagi bandara kami dan ekonomi lokal," ujar Ted Kopas, anggota dewan Otoritas Bandara Westmoreland County, seperti dikutip WTAE dan dilansir New York Post, Selasa (19/5/2026).

Dampak penutupan Spirit Airlines tidak hanya dirasakan sektor penerbangan. Sejumlah bisnis di sekitar bandara, mulai dari usaha penyewaan mobil hingga restoran, ikut terdampak akibat berkurangnya jumlah penumpang. Otoritas bandara bahkan memperkirakan adanya pengurangan tenaga kerja.

Meski demikian, pengelola bandara berharap ada maskapai baru yang bersedia mengisi kekosongan rute penerbangan. Harapan itu muncul di tengah proyek perluasan terminal senilai USD 22 juta yang dijadwalkan selesai pada 1 Juli 2026.

Namun, pengelola bandara mengakui proses masuknya maskapai baru tidak akan berlangsung cepat. Maskapai pengganti diperkirakan baru bisa beroperasi beberapa bulan ke depan atau bahkan hingga satu tahun mendatang.

Spirit Airlines bangkrut akibat kombinasi utang besar, kenaikan biaya operasional, serta tekanan industri penerbangan yang membuat perusahaan kesulitan bertahan secara finansial. Maskapai tersebut telah beroperasi selama 34 tahun dan dikenal sebagai pilihan penerbangan murah untuk rute jarak pendek hingga menengah di Amerika Serikat.

Dampak penutupan Spirit Airlines juga dirasakan sejumlah bandara besar lain di AS yang sebelumnya menjadi basis operasi utama maskapai tersebut. Beberapa di antaranya ialah Fort Lauderdale-Hollywood International Airport, Orlando International Airport, Newark Liberty International Airport, LaGuardia Airport, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, hingga O'Hare International Airport.

Artikel ini telah tayang di detikTravel.

(fem/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads