TPWE 2026 Tawarkan Konsep Pernikahan Imersif dan Kolaboratif

TPWE 2026 Tawarkan Konsep Pernikahan Imersif dan Kolaboratif

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Sabtu, 25 Apr 2026 23:00 WIB
The Papandayan menggelar The Papandayan Wedding Experience (TPWE) 2026
The Papandayan menggelar The Papandayan Wedding Experience (TPWE) 2026. Foto: Gheyna Sabila Z
Bandung -

The Papandayan menggelar The Papandayan Wedding Experience (TPWE) 2026 pada Sabtu, 25 April 2026. Acara ini menghadirkan konsep berbeda dari pameran pernikahan pada umumnya dengan pendekatan simulasi nyata.

Mengusung tema 'Bound by Honor', ajang ini dikemas sebagai wedding simulation yang memberi pengalaman langsung kepada pengunjung. Konsep ini dirancang agar calon pengantin tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan proses pernikahan secara utuh.

Dalam satu hari penyelenggaraan, TPWE 2026 menampilkan lima konsep pernikahan sekaligus di lima venue berbeda. Lokasi tersebut meliputi Suagi Ballroom, Tropical Garden, Cantigi, Cimanuk, dan Huru Batu Grill Garden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengunjung dapat menyaksikan berbagai rangkaian prosesi pernikahan dari beragam budaya. Mulai dari siraman adat Sunda, sangjit, hingga konsep internasional yang modern turut ditampilkan.

ADVERTISEMENT

Selain simulasi pernikahan, TPWE 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya talkshow, fashion show, makeup demo, hingga pertunjukan musik yang berlangsung sepanjang hari.

General Manager The Papandayan Bobby Renaldi mengatakan konsep tahun ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pasar. Menurutnya, tren pernikahan kini mulai bergeser mengikuti karakter generasi muda.

"Melalui tema Bound by Honor, kami ingin menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ikatan yang sarat makna, nilai, dan kehormatan," ujar Bobby.

Ia menambahkan, TPWE 2026 dirancang sebagai pengalaman yang lebih relevan dibandingkan sekadar pameran. Pendekatan festival dan simulasi dihadirkan untuk memberi gambaran nyata kepada calon pengantin.

"Pada TPWE 2026, kami menghadirkan pengalaman yang melampaui konsep pameran, melalui wedding simulation dengan pendekatan festival yang dirancang secara imersif," katanya.

Bobby menyebut penyelenggaraan acara ini juga sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan tren pernikahan pascapandemi. Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan konsep pernikahan yang lebih fleksibel dan personal.

Ia menegaskan bahwa pernikahan tidak harus selalu digelar dalam skala besar. The Papandayan, kata dia, mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mulai dari acara kecil hingga besar.

Lebih lanjut, Bobby menyoroti pentingnya membangun ekosistem industri pernikahan yang saling terhubung. Ia menilai kolaborasi antara vendor, wedding organizer, hingga pelaku UMKM menjadi kunci keberlanjutan industri.

"Sehingga kami berpikiran bahwa industri hilir akan ikut hidup para vendor akan hidup, wedding organizer hidup, tukang bunga hidup, tukang listrik hidup, tukang lampu hidup, tukang dekorasi, semuanya bisa hidup," katanya.

"Di Papandayan adalah tempatnya. Menurut kami sebagai wujud bahwa kami sungguh mengusung nilai-nilai manfaat bagi semua banyak pihak menjadi sangat penting," ucapnya menambahkan.

Menurutnya, industri pernikahan dapat menjadi penggerak ekonomi bagi banyak pihak. Mulai dari penyedia dekorasi, katering, hingga teknisi pendukung turut merasakan dampaknya.

"Apabila pernikahan ini bisa menjadi kendaraan bersama, menjadi sebuah ekosistem, itu yang harus menjadi nilai manfaat bagi semua pihak," ujarnya.

Melalui TPWE 2026, The Papandayan juga menegaskan posisinya sebagai destinasi wedding unggulan di Bandung. Tidak hanya sebagai venue, tetapi juga sebagai *one-stop wedding destination yang menawarkan solusi menyeluruh.

Keberhasilan acara ini sekaligus memperlihatkan pendekatan baru dalam industri pernikahan. Dengan konsep yang imersif dan kolaboratif, TPWE 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi calon pengantin dan pelaku industri.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads