BBM Nonsubsidi Naik April 2026? Pemerintah Segera Umumkan Harga Resmi

BBM Nonsubsidi Naik April 2026? Pemerintah Segera Umumkan Harga Resmi

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 09:04 WIB
Daftar Harga BBM Pertamina Oktober 2025, Cek Update yang Naik dan Turun
Foto: Dok. Laman Pertamina Retail
Bandung -

Kabar mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali ramai diperbincangkan publik. Informasi tersebut viral di media sosial X, yang menyebutkan adanya rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai April 2026. Namun, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi yang dijadwalkan pada 1 April 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman.

Menurut Laode, harga BBM nonsubsidi memang akan dievaluasi secara berkala mengikuti dinamika harga minyak dunia. Oleh karena itu, kepastian terkait harga terbaru akan diumumkan secara resmi pada awal April.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja," ujarnya seperti dikutip dari detikFinance

ADVERTISEMENT

BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Di tengah spekulasi kenaikan harga, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga. Hal ini menjadi kabar penting bagi masyarakat, mengingat BBM subsidi masih menjadi kebutuhan utama sebagian besar pengguna kendaraan di Indonesia.

Saat ini, harga BBM subsidi seperti Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar dipatok Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga energi global.

Laode juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah, meskipun secara umum dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia.

Daftar BBM Nonsubsidi Pertamina

Sebagai perusahaan energi milik negara, Pertamina memproduksi berbagai jenis BBM nonsubsidi dengan spesifikasi berbeda. Produk-produk tersebut antara lain:

  • Pertamax (RON 92)

  • Pertamax Turbo (RON 98)

  • Pertamax Green (RON 95)

  • Dexlite (CN 51)

  • Pertamina Dex (CN 53)

Harga BBM nonsubsidi ini bersifat fluktuatif dan biasanya disesuaikan dengan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah.

Respons Pertamina Soal Isu Kenaikan Harga

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial, pihak Pertamina juga memberikan klarifikasi. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar bukan berasal dari pihak resmi.

Ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Pertamina juga mengimbau agar masyarakat hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, guna menghindari kesalahpahaman.

Imbauan Hindari Panic Buying

Selain meluruskan informasi, pemerintah juga memastikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Ketersediaan energi yang stabil menjadi prioritas pemerintah, terutama menjelang periode penting seperti awal bulan dan pasca hari besar.

Isu Kenaikan Harga BBM Ramai di Medsos

Sebelumnya, warganet di media sosial X ramai memperbincangkan unggahan yang menyebutkan adanya proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Salah satu informasi yang beredar bahkan menyebut harga Pertamax bisa mencapai Rp 17.000 per liter.

Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena tidak berasal dari sumber resmi. Pemerintah dan Pertamina sama-sama menegaskan bahwa keputusan harga akan diumumkan secara transparan melalui jalur resmi.

Menjelang pengumuman tersebut, publik diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dan selalu mengandalkan sumber informasi terpercaya.



(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads