Reaksi Bupati Bandung soal Ambruknya Plafon Pasar Sehat Soreang

Reaksi Bupati Bandung soal Ambruknya Plafon Pasar Sehat Soreang

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 18:47 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat melakukan rapat di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (17/3/2026).
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat melakukan rapat di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (17/3/2026). Foto: Dok. Humas Pemkab Bandung
Bandung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bergerak menangani ambruknya plafon di Pasar Sehat Soreang, Senin (16/3/2026) kemarin. Langkah ini diambil agar penanganan kasus berjalan baik dan transparan.

Rapat koordinasi lintas sektor digelar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (17/3/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah konkret penanganan pascabencana, mulai dari penanganan korban, evaluasi konstruksi bangunan, hingga skema perlindungan bagi pedagang.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan keselamatan masyarakat harus selalu diutamakan. Ia meminta pihak pengelola bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengelola wajib bertanggung jawab terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, baik kepada korban maupun para pedagang. Kompensasi harus diberikan selama masa pemulihan karena kios tersebut merupakan sumber penghasilan mereka," ujar Dadang.

ADVERTISEMENT

Dadang meminta pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan, kemudian menyusun desain ulang dengan standar keselamatan yang lebih ketat.

"Seluruh bangunan ke depan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melalui asesmen DPUTR," katanya.

Menurutnya, beberapa poin harus menjadi atensi pengelola. Salah satunya, penanganan layak bagi korban meninggal dunia yang menjadi prioritas utama.

"Kedua, pengelola wajib bertanggung jawab terhadap korban luka. Ketiga, pedagang yang kiosnya ambruk harus diberikan kompensasi selama masa pemulihan karena itu merupakan sumber penghasilan mereka," jelasnya.

Dadang menyebutkan Pemkab Bandung akan mengawal proses penanganan secara cepat, terpadu, dan transparan agar aktivitas masyarakat di Pasar Soreang segera pulih dengan rasa aman.

"Kami akan kawal proses penanganan ini supaya masyarakat bisa pulih kembali," bebernya.

Sebagai langkah awal, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) agar segera melakukan asesmen teknis terhadap kondisi bangunan pasar secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kelayakan struktur serta mencegah potensi kejadian serupa di area lain.

Selain itu, Pemkab Bandung berkoordinasi dengan kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan, termasuk melalui pengujian material dan pelibatan ahli konstruksi. Untuk menjamin keselamatan, kios terdampak ditutup sementara hingga proses pemeriksaan selesai.

Dia menambahkan kios yang terdampak merupakan area usaha penggilingan yang dalam operasionalnya menggunakan mesin listrik maupun diesel. Hal tersebut diketahui setelah adanya penelusuran awal.

"Aktivitas tersebut diduga menimbulkan getaran yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi struktur bangunan. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads