Harga kebutuhan pokok di Kota Bandung menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 mulai mengalami kenaikan. Siklus tahunan itu salah satunya dialami komoditas daging sapi yang mencapai Rp 145 ribu per kilogram.
Dalam perbincangannya bersama detikJabar, Zamzam (45), salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Sederhana, Kota Bandung, mengatakan kenaikan sudah terjadi pada saat ini. Harga daging sapi pun diprediksi akan terus meningkat hingga H-5 Lebaran 2026.
"Untuk sekarang, harganya masih bervariasi tergantung kebutuhan. Tapi kalau untuk olahan rendang, semur, itu harganya di angka Rp 140-145 ribu per kilogram," kata Zamzam, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zamzam mengaku, kenaikan harga daging sapi sudah mulai terjadi sejak libur panjang Hari Natal dan Tahun Baru 2026. Kenaikan pun berkisar di angka Rp 20 ribuan sampai dari harga sebelumnya mencapai Rp 120 ribuan.
"Karena udah jadi rutinitas tahunan sih, pasti naek harganya. Terus soal stok, disebut aman, ya, aman. Disebut enggak aman juga bisa jadi begitu. Makanya masih khawatir saya juga," ungkapnya.
Zamzam pun berharap pemerintah bisa turun tangan menstabilkan harga bahan pokok jelang Lebaran 2026. Sehingga, para pedagang masih bisa menjual dagangannya dengan harga yang relatif terjangkau kepada para pembeli.
"Soalnya kenaikan tahun ini tinggi dibanding tahun kemarin, kerasa banget. Jadinya kan kasihan ke pembeli, apalagi yang punya olahan buat rumah makan. Mudah-mudahan lah pemerintah bisa menstabilkan lagi," tuturnya.
Harga Cabai Naik
Selain daging sapi, kenaikan juga terjadi terhadap harga komoditas cabai. Cabai merah tanjung misalnya, naik dari Rp 40 ribu ke Rp 80 ribu, hingga cabai rawit domba hingga Rp 110 ribu per kilogram.
"Yang paling laku kalau mau lebaran itu cabai merah tanjung, cabai rawit dan cabai rawit domba. Harganya sekarang naik terus," kata Sari (43), pedagang di Pasar Sederhana.
(ral/dir)
