Rp 16 Miliar Menguap Tiap Menit Saat 'Bandara Tersibuk' Tutup Imbas Perang

Kabar Internasional

Rp 16 Miliar Menguap Tiap Menit Saat 'Bandara Tersibuk' Tutup Imbas Perang

Muhammad Lugas Pribady - detikJabar
Sabtu, 07 Mar 2026 16:00 WIB
Bandara Internasional Al Maktoum atau Bandara Internasional World Central Dubai
Bandara Internasional World Central Dubai (Foto: Istimewa)
Dubai -

Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Dubai World Central (DWC) ditutup selama 48 jam. Ditaksir kerugian imbas penutupan itu mencapai Rp 1 juta USD atau sekitar Rp 16 miliar per menit.

Industri memperkirakan penutupan seperti ini bisa menelan biaya hingga 1 juta USD per menit. Melansir Business Now, Jumat (6/3/2026) Dubai Airports mengonfirmasi pada Senin (2/3), bahwa sejumlah penerbangan terbatas mulai diizinkan beroperasi kembali.

Sebelumnya, seluruh penerbangan dihentikan pada Sabtu (28/2), menyusul penutupan wilayah udara Uni Emirat Arab akibat meningkatnya ketegangan regional, termasuk serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta aksi balasan di beberapa bagian Teluk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Dubai Airports menyebutkan bahwa pihak berwenang mulai memulihkan layanan dan memungkinkan sejumlah kecil penerbangan kembali beroperasi. Beberapa maskapai menyatakan operasional akan dilakukan secara bertahap, sementara Emirates dan Flydubai menyebut jadwal reguler sebagian besar tetap ditangguhkan hingga setidaknya pukul 15.00 pada Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

Gangguan itu mengingatkan pada potensi kerugian ekonomi besar akibat penutupan bandara. Kepala Keselamatan Ruang Udara di Otoritas Penerbangan Sipil Dubai, Michael Rudolph, memperkirakan dalam laporan 2019 bahwa penutupan Bandara Internasional Dubai dapat menelan biaya sekitar 1 juta USD per menit.

"Angka ini mencakup pembatalan dan pengalihan penerbangan, hilangnya biaya pendaratan dan penanganan, gangguan logistik kargo, pengeluaran penumpang yang hilang, serta dampak pada pariwisata dan perhotelan," tulis laporan tersebut.

Sementara itu, Direktur Departemen Kesesuaian di Otoritas Standarisasi dan Meteorologi UEA, Eisa Al Hashmi, memperkirakan biaya yang lebih rendah, sekitar 95.336 USD (Rp 1,6 miliar) per menit.

Artikel ini telah tayang di detikTravel

(upd/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads