Remunerasi Adalah: Apa Itu, Contoh, dan Tujuannya

Aditya Mardiastuti - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 15:31 WIB
ilustrasi uang
Foto: iStock

Istilah remunerasi sering digunakan dalam dunia kerja. Istilah ini terkait dengan tambahan imbalan yang diterima karyawan sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan.

Perusahaan memberikan remunerasi untuk meningkatkan kinerja para karyawan dan mewujudkan visi misi organisasinya. Remunerasi pun diberikan untuk menarik karyawan yang cakap, berpengalaman, serta memotivasi karyawan untuk bekerja dengan efektif dan berkualitas.

Simak pengertian remunerasi dan faktor yang mempengaruhi besaran remunerasi di bawah ini ya!


Pengertian Remunerasi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan remunerasi sebagai uang yang diberikan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilakukan atau imbalan.

Sementara itu, Hasibuan (2014:115) yang dikutip dalam jurnal Universitas Pancabudi, menyebut remunerasi merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Hariandja dalam jurnal Universitas Medan Area menyebut remunerasi adalah imbalan kerja yang dapat berupa gaji, honorarium tunjangan tetap, insentif, bonus atas prestasi, pesangon, atau pensiun.

Komponen Remunerasi

Remunerasi dipahami sebagai imbalan yang diterima karyawan atas kontribusinya pada perusahaan. Imbalan ini bisa berupa finansial langsung yakni upah, bonus, atau komisi maupun finansial tidak langsung berupa asuransi, bantuan sosial, uang cuti, uang pensiun, dan sebagainya.

Menurut Notoatmodjo yang dikutip dalam jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), ada delapan komponen remunerasi yaitu:

1. Organisasi Administrasi Pemberian Remunerasi

Pengorganisasian dan administrasi sangat diperlukan karena harus memperhitungkan kemampuan organisasi serta produktivitas karyawan.

2.Metode Pemberian Remunerasi

  1. Pemberian remunerasi berdasarkan satu jangka waktu tertentu.
  2. Pembayaran upah atau gaji berdasarkan satuan produksi yang dihasilkan.

3. Struktur Remunerasi

Struktur remunerasi harus menganut unsur keadilan sesuai dengan tanggung jawab karyawan pada pekerjaannya.

4. Program Pemberian Remunerasi sebagai Pemasang Kerja

Remunerasi diberikan sebagai cara untuk meningkatkan dan merangsang kegairahan kerja.

5. Tambahan Sumber Pendapatan Bagi Karyawan

Pembagian keuntungan organisasi bukan hanya kepada pemilik modal tetapi juga kepada karyawan.

6. Terjaminnya Sumber Pendapatan dan Peningkatan Jumlah Imbalan Jasa

Program pemberian remunerasi harus menjamin bahwa organisasinya adalah sumber pendapatan bagi karyawannya.

7. Remunerasi bagi Kelompok Manajerial

Kelompok manajerial merupakan kelompok yang bertanggung jawab atas hidup matinya organisasi atau perusahaan.

8. Prospek di Masa Depan

Dalam menentukan remunerasi atau kompensasi harus memperhitungkan keadaan organisasi pada waktu yang lalu, kondisi organisasi saat ini, dan prospek organisasi waktu mendatang.

Amstrong dan Murlis menyebut dalam menaksir komponen remunerasi, setidaknya ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan. Di antaranya:

  • Pendapatan dasar (basic salary), pensiunan, tunjangan sakit, liburan, pembagian keuntungan untuk seluruh karyawan, peluang untuk mendapat saham, dan tunjangan lainnya.
  • Remunerasi tambahan yang tersedia hanya untuk karyawan dalam jumlah terbatas, sebagai contoh insentif dan bonus, peluang untuk mendapatkan saham bagi eksekutif.
  • Tunjangan yang diperuntukkan bagi seluruh karyawan atau sebagian kategori karyawan yang hanya digunakan menurut kebutuhan individu.

Cara Kerja Remunerasi

Pada prinsipnya, remunerasi yang efektif mencakup prinsip keadilan individual, artinya apa yang diterima karyawan harus setara dengan apa yang diberikan karyawan tersebut terhadap organisasi. Kemudian keadilan internal yaitu keadilan antara bobot pekerjaan dan imbalan yang diterima, dan keadilan eksternal yang berarti keadilan imbalan yang diterima pegawai dalam organisasinya dibandingkan dengan organisasi lain yang memiliki kesetaraan.

Mengutip jurnal STIKOM Surabaya, sistem remunerasi atau pengupahan pada umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu:

Basic Salary

Remunerasi ini dalam bentuk gaji bulanan yang sifatnya biaya tetap, yang tidak tergantung kepada produk yang dihasilkan, besar atau kecil produk tidak berpengaruh kepada besarnya biaya yang dikeluarkan.
Dasar yang digunakan untuk menentukan basic salary yaitu pangkat, golongan, tingkat pendidikan, lama kerja, jabatan dan sebagainya.

Insentif

Bentuk remunerasi ini merupakan tambahan pendapatan bagi karyawan yang sangat bergantung pada produk yang dihasilkan. Semakin besar produk, semakin besar insentif yang diterimanya.

Dasar yang digunakan bermacam-macam, misalnya kinerja karyawan atau berdasarkan posisi karyawan. Tujuan insentif ini untuk merangsang kinerja dan motivasi karyawan.

Merit

Bentuk remunerasi ini merupakan penghargaan dari organisasi kepada karyawan yang berprestasi. Merit biasanya diberikan pada akhir tahun atau penghargaan kepada seluruh karyawan dalam bentuk THR.

Dasarnya adalah profit margin, tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi atau kesejahteraan karyawan (reward).

Tujuan Pemberian Remunerasi

Remunerasi diberikan perusahaan sebagai bentuk apresiasi kepada karyawannya. Selain bentuk apresiasi, ada beberapa tujuan perusahaan memberikan remunerasi kepada karyawannya. Apa saja?

  • Menghargai prestasi kerja
  • Menjamin keadilan
  • Mempertahankan karyawan
  • Memperoleh karyawan yang bermutu
  • Pengendalian biaya
  • Meningkatkan produktivitas kerja karyawan

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Remunerasi

Menurut Mangkunegara yang dikutip dalam jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berikut enam faktor yang mempengaruhi kebijakan remunerasi:

1. Faktor Pemerintah

Peraturan pemerintah mempengaruhi penentuan standar gaji minimal (UMR), pajak penghasilan, penetapan harga baku, biaya transportasi/angkutan, inflasi maupun devaluasi sangat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan kebijakan remunerasi pegawai.

2. Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Pegawai

Faktor yang mempengaruhi besaran remunerasi bisa dipengaruhi pada saat terjadinya tawar-menawar mengenai besarnya upah yang harus diberikan perusahaan kepada pegawainya. Hal ini terutama dilakukan perusahaan saat merekrut pegawai profesional atau yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu yang sangat dibutuhkan perusahaan.

3. Standar dan Biaya Hidup Pegawai

Penentuan besaran remunerasi juga perlu mempertimbangkan standar dan biaya hidup minimal pegawai. Hal ini agar pegawai merasa aman, dan bisa bekerja dengan penuh motivasi.

4. Ukuran Perbandingan Upah

Kebijakan penentuan besaran remunerasi juga dipengaruhi oleh ukuran besar kecilnya perusahaan, tingkat pendidikan pegawai, masa kerja pegawai.

5. Permintaan dan Persediaan

Dalam menentukan kebijakan remunerasi pegawai perlu mempertimbangkan tingkat persediaan dan permintaan pasar. Kondisi pasar yang terjadi pada saat itu perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan tingkat upah pegawai.

6. Kemampuan Membayar

Dalam menentukan kebijakan remunerasi pegawai juga perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam membayar pegawai. Penentuan besaran remunerasi ini jangan sampai di luar batas kemampuan perusahaan.

Contoh Remunerasi

Mengutip Kementerian Keuangan, ada beberapa contoh remunerasi yang diberikan pemerintah. Mulai dari Kartu Prakerja yang diberikan untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia, hingga tunjangan hari raya kepada pegawai negeri sipil (PNS).

Berikut contoh-contoh remunerasi:

1. Kartu Prakerja

Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak yang signifikan dalam sektor perekonomian yang akhirnya mempengaruhi sektor ketenagakerjaan. Dari data Kementerian Ketenagakerjaan pada 2020, total pekerja yang di-PHK dan dirumahkan mencapai 1.943.916 orang.

Kartu Prakerja menjadi salah satu program pemerintah yang dioptimalkan untuk mengatasi lonjakan angka pengangguran di masa pandemi. Terkait hal ini pemerintah pun memutuskan untuk mengingkatkan alokasi untuk program Kartu Prakerja yang semula Rp 10 triliun menjadi sekitar Rp 20 triliun.

2. Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Penghasilan Ketiga Belas

Pemberian gaji ke-13 telah dimulai pemerintah sejak 2004 dan THR diberikan mulai pada 2015. Pemberian gaji ke-13 yang awalnya hanya berupa gaji, mulai tahun 2015 ditambahkan dengan Tunjangan Kinerja.

Pemberian THR ini merupakan salah satu kebijakan remunerasi yang dilaksanakan secara tahunan. Selain itu, pemberian THR dan gaji ke-13 diharapkan meningkatkan daya beli sekaligus mendukung perputaran ekonomi terutama di sektor UMKM.

3. Tunjangan Jabatan Fungsional untuk Mendukung Program Penyederhanaan Birokrasi

Dari sisi sumber daya manusia, rasionalisasi dapat dilakukan dengan penyederhanaan birokrasi, pengurangan pegawai dengan kebijakan zero/minus growth, dan peningkatan kompetensi pegawai.

Kebijakan remunerasi tahun 2020 dilakukan dengan penyederhanaan birokrasi dengan mengurangi rantai birokrasi menjadi dua eselon dan mengalihkan pejabat struktural di bawahnya menjadi pejabat fungsional.

Dengan kebijakan ini, peningkatan kompetensi, sistem merit, dan remunerasi bisa memacu para pejabat fungsional untuk terus meningkatkan kinerja dalam melakukan pelayanan publik. Selain gaji dan tunjangan struktural, pejabat fungsional juga memperoleh tunjangan jabatan yang saat ini menjadi salah satu komponen kompensasi bagi pejabat fungsional yang merepresentasikan 'pay for position'.

4. Tunjangan Kinerja

Pemberian tunjangan kinerja merupakan bagian dari program Reformasi Birokrasi sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM. Dengan kesejahteraan yang cukup, pra birokrat diharapkan dapat bekerja dengan lebih optimal dalam melaksanakan pelayanan publik.

Perbedaan Remunerasi dengan Tunjangan

Istilah remunerasi seringkali dikaitkan dengan tunjangan. Lalu apa bedanya?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan tunjangan sebagai uang (barang) yang dipakai untuk menunjang atau tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan, sokongan, atau bantuan.

Menurut dokumen remunerasi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang dikutip dalam jurnal Universitas Diponegoro, tunjangan merupakan tambahan pendapatan di luar gaji yang diberikan oleh pejabat pengelola BLU dan pegawai BLU yang diberikan berdasarkan komponen:

  1. Prestasi Kerja
  2. Lokasi Kerja
  3. Tingkat Kesulitan Pekerjaan
  4. Kelangkaan Profesi
  5. Unsur Pertimbangan Rasional Lain seperti Asuransi non-PNS, Tunjangan Hari Tua non-PNS, Gaji ke-13.

Sementara itu, remunerasi mencakup semua yang diterima atau dinikmati oleh pekerja yang bisa berupa uang tunai, natura, pelayanan, fasilitas, dan lain-lainnya dari pemberi kerja sebagai imbalan untuk jasa yang dilakukan pekerja. Dalam hal ini, tunjangan termasuk dalam kelompok komponen remunerasi yang diterima langsung oleh pegawai baik secara periodik atau setiap selesai melakukan pekerjaan.

Nah itulah, pengertian tentang remunerasi disertai contoh-contohnya. Semoga bermanfaat ya detikers!



Simak Video "Jokowi ke Menkeu: Kita Kalau Punya Uang Dieman-eman, Harus Produktif"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fds)