Banjir Cuan dari Tren Nail Art, Lagi Digandrungi Mojang Bandung

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Senin, 04 Jul 2022 16:00 WIB
Septy Pamular dan Studio Kuku Nata
Foto: Anindyadevi Aurellia
Bandung -

Perempuan pasti suka mempercantik penampilan. Mulai dari make up, pergi ke salon untuk creambath, mewarnai rambut, sulam alis, hingga akhir-akhir ini yang sedang ramai digandrungi adalah nail art.

Kuku kini tak hanya bisa diwarnai dengan kutek, tapi bisa dikreasikan dengan aneka gambar lucu sesuai keinginan. Tak hanya bisa satu warna saja, tapi bisa terdiri dari berbagai warna, bahkan bisa dihias dengan akrilik.

Septy Pamular, pemilik bisnis nail art di Bandung, mengungkapkan bahwa tren nail art mulai populer saat pandemi ini. Ia sendiri tak menyangka bahwa keahliannya yang bermula dari hobi, justru diburu para Mojang Bandung.


"Nail art mulai ramai justru waktu pandemi, karena banyak cewek-cewek yang bosen di rumah. Apalagi lihat kuku yang cantik itu bikin mood naik, jadi mereka tertarik buat nail art," ujar Septy saat ditemui detikJabar di Kuku Nata, studio nail art miliknya di bilangan Lebak Gede, Bandung.

Hasil karya cantik dari Kuku NataHasil karya cantik dari Kuku Nata Foto: Instagram @kukunatalab

Usaha milik Septy terbilang masih baru, dibangun tahun 2020 sebelum pandemi. Namun, siapa yang sangka justru keahliannya bisa menyelamatkan dari keterpurukan pandemi. "Karena banyak yang pingin nail art, jadi waktu itu tetap rame. Jadi alhamdulillah sejauh ini belum pernah merasakan keterpurukan di bisnis ini," kata perempuan berusia 29 tahun ini.

Kendala yang dialaminya justru banyaknya protes karena tidak mendapat kesempatan untuk dilayani Kuku Nata. Septy sebagai pemilik sekaligus admin, dibuat kewalahan membalas chat yang masih dipegang sendirian. Karena permintaan yang tinggi, ia membuat sistem booking melalui WhatsApp yang ia buka hanya setiap hari Jumat pukul 21.00 WIB.

"Tapi kalau untuk pernikahan aku beri kelonggaran tidak perlu ikut perang booking. Bisa booking seminggu sebelumnya saja beritahu tanggalnya. Kalau book nail art biasa, sistemnya begitu buka slot langsung booking untuk Sabtu-Jumat jam 10.00-16.00. DP Rp 50.000, hari Minggu tutup. Nah waktu perang slot itu, banyak banget yang protes dan kesel sendiri saat enggak kebagian slot," ceritanya.

"Dari 30 kuota per minggu yang dibuka, yang chat aja ratusan. Jelas pasti banyak yang enggak kebagian. Ya karena studio ini masih kecil ya, ada dua meja satunya untuk asisten aku prepare kuku, satunya untuk aku nail art. Sehari aku juga cuma sanggup buka lima slot dengan pengerjaan rata-rata satu setengah jam tergantung kesulitannya," ujarnya menambahkan.

Studio Kuku Nata di BandungStudio Kuku Nata di Bandung Foto: Anindyadevi Aurellia

Bisnis yang dimulainya, diakui oleh Septy bisa kelewat ramai karena dari mulut ke mulut. Mulai dari teman, menyebar ke lebih banyak gadis Bandung yang tertarik menjajal. Apalagi bakat menggambar Septy yang jago, membuat hasil karyanya tak pernah mengecewakan.

Servis yang memuaskan ditambah lagi dengan harga yang terjangkau. Ia menetapkan desain kuku tiap jarinya Rp 3.000-10.000 tergantung tingkat kesulitan dan lamanya pengerjaan pada desain tersebut. Pelanggan Septy rata-rata hanya menghabiskan tak lebih dari Rp 150.000 setiap keluar bersama kuku-kuku cantiknya.

"Disini aku selalu berusaha untuk mencoba desain apapun, meski aku belum pernah buat. Aku betul-betul pastikan gambarnya rapi dan mirip banget sama desain yang diinginkan pelanggan. Diperlukan teknik dan step yang mumpuni supaya desainnya bagus dan kuku awet," katanya.

Kini, ia berharap agar bisa memperluas studionya di ruko Jalan Haji Wasid nomor 29 tersebut. Agar bisa lebih banyak slot yang ia buka untuk pelanggan setia Kuku Nata. "Belum ada niatan oper course atau buka cabang, ingin perbesar studio ini aja dulu dan masih di tempat ini. Karena banyak yang bilang kalau disini enak strategis dari mana-mana dekat gitu," harap Septy sambil mengamini ucapannya.



Simak Video "Kreasi Nail Art Bertema Imlek Diburu Pelanggan"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/aau)