Curhat Pedagang Batagor dan Cilor Rasakan Efek Migor Mahal

Sudirman Wamad - detikJabar
Kamis, 17 Mar 2022 13:24 WIB
Pedagang batagor.
Pedagang batagor. (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Stok minyak goreng di Bandung mendadak melimpah dengan harga tak ramah. Kondisi ini dikeluhkan pedagang makanan.

Seperti yang dirasakan Abdurohim (42), pedagang batagor di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung. Abdurohim mengaku bingung dengan naiknya harga minyak goreng.

Dilema menghantuinya. Sebab, ia tak bisa menaikkan harga karena takut kehilangan pembeli. Sebaliknya, harga tak naik akan membuat keuntungannya berkurang.


"Bingung juga sekarang. Kalau menaikan harga dagangan, takutnya pembeli lari. Bingung juga kalau mengurangi ukuran (batagor)," kata Abdurohim, Kamis (17/3/2022).

Abdurohim mengaku selama ini menggunakan minyak goreng kemasan. Ia heran harga minyak goreng kemasan saat ini sekitar Rp 48 ribu per dua liternya.

"Beda-beda harganya. Sekarang untung jualan jadi menipis," kata Abdurohim.

Pedagang batagor yang sudah mangkal di Jalan Kiaracondong selama tiga tahun itu berharap harga minyak goreng kemasan kembali normal. Abdurohim mengaku keuntungan dari jualan batagor Rp 50-100 ribu per hari, tergantung jumlah pembeli.

"Dulu beli minyak ngantre. Sekarang ada, tapi naiknya gede. Semoga bisa turun dan terjangkau lagi. Biar dapat untung," katanya.

Keluhan sama disampaikan Nanang (35), pedagang cilor. Cilor sendiri adalah makanan berbahan dasar aci alias tepung tapioka yang dibalut dengan telur. Ia berharap harga minyak kemasan menurun.

"Jangan naik-naik terus lah. Harapannya ya lebih murah," pinta Nanang.

Ia pun bingung dengan kenaikan harga yang terjadi saat ini. Sebab, ia tak bisa menaikkan harga makanan dagangannya. Per porsi, ia menjual Rp 1.000 per tusuk.

Seperti Abdurohim yang menjual batagor, dia bingung antara harus menaikan harga atau mengurangi ukuran cilornya. Solusinya, untuk sementara ia rela keuntungan yang didapat menipis karena cilor dijual dengan harga normal.

Sebelumnya, emak-emak di Bandung juga murka karena harga minyak goreng kemasan naik. Harga minyak goreng kemasan dua liter dibanderol Rp 47.900.

Kenaikan harga minyak goreng kemasan ini membuat kaget emak-emak. Sebelumnya, emak-emak juga berjuang mendapatkan minyak goreng ditengah kelangkaan.

Emak-emak di Kota Bandung kaget gegara harga minyak kemasan dua liter menjadi Rp 47.900. Ragam komentar terlontar berkaitan harga minyak goreng tersebut.

"Edun. Edun banget," kata Evi, warga Kecamatan Cicendo.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/ors)