Sukabumi Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada

Sukabumi Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 30 Okt 2026 13:43 WIB
Ilustrasi bencana hidrometeorologi.
Ilustrasi bencana hidrometeorologi. (Foto: olah visual menggunakan Gemini AI)
Sukabumi -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi dapat melanda wilayah Sukabumi sewaktu-waktu. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan kondisi peralihan dan dinamika atmosfer memicu potensi hujan deras yang kerap dibarengi kilatan petir serta terpaan angin kencang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Potensi cuaca ekstrem ini meliputi hujan lebat, petir, hingga angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini dapat memicu timbulnya bencana banjir, longsor, genangan air, hingga ancaman pohon tumbang yang mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan," kata pria yang akrab disapa Daeng tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Menurut Daeng, embusan angin kencang tak hanya berisiko merobohkan pepohonan lapuk, tetapi juga papan baliho di jalan raya hingga merusak struktur atap rumah tinggal warga.

ADVERTISEMENT

Ancaman sambaran petir di ruang terbuka dan potensi kerusakan perangkat elektronik juga menjadi poin krusial yang patut diwaspadai.

Menyikapi ancaman tersebut, Daeng meminta masyarakat mengambil langkah cepat dan antisipatif dari lingkup terkecil.

"Pastikan tempat tinggal dalam kondisi aman, periksa kekuatan atap, bersihkan talang dan saluran drainase agar aliran air lancar tidak tersumbat. Saat terjadi hujan lebat disertai angin, jangan pernah berteduh di bawah pohon rindang maupun papan baliho rawan roboh," tegasnya.

Selain itu, warga disarankan mencabut sambungan kabel stopkontak atau instalasi alat elektronik saat intensitas petir mulai meningkat. Bila situasi tidak mendesak, perjalanan ke luar daerah atau melintasi medan rawan perbukitan dan jalur dengan banyak pohon rawan tumbang sebaiknya ditunda sementara waktu.

Daeng menegaskan kesiapsiagaan mandiri warga adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa. Informasi perkembangan cuaca resmi terus diimbau untuk dipantau lewat rilis BMKG serta BPBD Kabupaten Sukabumi.

"Prinsipnya jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan. Siaga bencana, selamat bersama," tutur Daeng.

Jika terjadi insiden darurat, masyarakat dapat segera melapor ke saluran call center Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi di (022) 6323717 atau melalui pesan WhatsApp di 0822-4614-5371.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads