Bupati Rudy: Tak Ada Toleransi bagi SPPG Lalai Sajikan MBG

Bupati Rudy: Tak Ada Toleransi bagi SPPG Lalai Sajikan MBG

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 29 Okt 2026 15:34 WIB
Rapat Koordinasi Akbar SPPG se-Kabupaten Bogor di Aula Soekarno Hatta, Rabu (28/10/2026).
Rapat Koordinasi Akbar SPPG se-Kabupaten Bogor di Aula Soekarno Hatta, Rabu (28/10/2026). (Foto: Istimewa/Pemkab Bogor)
Bogor -

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengutamakan keamanan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, keberhasilan program juga harus dilihat dari kualitas pelayanan, bukan hanya banyaknya penerima manfaat yang dijangkau.

"Tidak ada toleransi bagi kelalaian yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat. Karena itu, setiap proses pelayanan harus dijalankan dengan kehati-hatian dan penuh tanggung jawab," kata Rudy.

Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Akbar SPPG se-Kabupaten Bogor di Aula Soekarno Hatta, Rabu (28/10/2026). Pertemuan itu melibatkan jajaran pemerintah daerah, Kepala KPPG Bogor, serta para kepala SPPG untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan MBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudy meminta seluruh pihak meninjau setiap tahapan pelayanan agar makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kesehatan. Koordinasi antarpelaksana juga perlu diperkuat supaya ketentuan tersebut dijalankan secara konsisten di lapangan.

Menurutnya, dukungan terhadap program inisiatif Presiden Prabowo Subianto itu harus diwujudkan melalui pelayanan yang disiplin dan bertanggung jawab. Kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak, menjadi hal yang harus didahulukan.

ADVERTISEMENT

Pemkab Bogor mendukung MBG sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaannya diharapkan membawa manfaat bagi warga tanpa mengabaikan mutu makanan yang diterima.

Kepala KPPG Bogor Haidir turut meminta para pelaksana meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa kembali proses pelayanan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta kepatuhan terhadap ketentuan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Haidir juga menyebut program tersebut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga relawan. Karena itu, koordinasi dan pemahaman bersama di antara seluruh pelaksana diperlukan agar pelayanan berjalan dengan baik.

Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Bogor bersama KPPG dan pengelola SPPG menyatakan komitmen melakukan perbaikan berkelanjutan, dengan keamanan dan kesehatan penerima manfaat sebagai perhatian utama.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads