Sebanyak 426 orang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria, menyebutkan bahwa sebagian besar korban telah membaik dan kini tersisa dua orang yang masih menjalani perawatan intensif.
"Total jumlah masyarakat yang terdampak 426. Ada dua yang masih dirawat," kata Maria di Kota Cirebon, Rabu (28/10).
Sebagai tindak lanjut dari insiden tersebut, Dinas Kesehatan Kota Cirebon menjatuhkan sanksi dengan mencabut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria menjelaskan, SPPG yang dimaksud sebenarnya sudah mengantongi SLHS. Sertifikat itu diperoleh setelah melalui sejumlah persyaratan, mulai dari pelatihan hingga pemeriksaan.
Namun, menurut Maria, kepemilikan sertifikat tidak menjamin keamanan makanan apabila prosedur operasional standar (SOP) tidak dijalankan.
"Kalaupun sudah ada SLHS, yang harus dipegang adalah SOP. Apabila SOP tidak dijalankan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Maria.
Maria menegaskan, SOP menjadi bagian penting yang harus dipatuhi oleh para pengelola dapur MBG. "Karena adanya kejadian tersebut, maka SLHS-nya sudah kami cabut," tegasnya.
Pascakejadian itu, Dinkes juga meningkatkan pengawasan terhadap dapur-dapur MBG lainnya di Kota Cirebon. Pengawasan dilakukan bersama puskesmas yang berada di wilayah kerja masing-masing.
Menurutnya, petugas disiagakan untuk melakukan pemantauan ke sejumlah SPPG. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan makanan di dapur MBG tetap sesuai dengan ketentuan.
"Kami melakukan pengawasan bersama dengan Puskesmas, Puskesmas-puskesmas, juga kami siap-siagakan dengan adanya hal ini, melakukan monitoring ke SPPG yang ada di wilayah kerjanya," jelasnya.
Selain pengawasan, pihak Dinkes juga akan mengeluarkan rekomendasi perbaikan jika mendapati adanya aspek yang perlu dibenahi. Maria berharap pengelola dapur dapat segera menindaklanjuti catatan tersebut.
"Kalau ada temuan, ada kekurangan, kami berikan rekomendasi, dan kami berharap rekomendasi itu segera dipenuhi," pungkasnya.
(wip/yum)
