Rentetan Kasus yang Bikin Nyawa Bobotoh Melayang

Rentetan Kasus yang Bikin Nyawa Bobotoh Melayang

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 27 Okt 2026 11:02 WIB
Ilustrasi suporter berduka.
Rentetan Kasus yang Bikin Nyawa Bobotoh Melayang (Foto: Olah visual menggunakan ChatGPT)
Bandung -

Kematian seorang remaja berinisial ARK (16) menyisakan duka bagi dunia sepak bola di Indonesia. Korban meninggal akibat mengalami luka bacok usai menonton laga Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026) malam.

Polisi pun telah menangkap pelakunya, yaitu pria berinisial MR. Pada saat kejadian, korban meninggal dunia karena luka bacokan dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Korban saat itu baru menonton laga Garudayaksa FC melawan Persib di Stadion Pakansari. Polisi menyatakan korban diserang menggunakan celurit ketika melintas dengan sepeda motor di Jalan Raya Jakarta-Bogor kilometer 51, Kabupaten Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ARK, sejumlah bobotoh juga pernah menjadi korban meninggal dunia setelah menyaksikan Persib berlaga. Lantas, siapa saja mereka? Berikut rangkumannya:

Tiga Bobotoh Tewas pada 2012

Pada 2012 yang lalu, bobotoh dilanda kesedihan yang mendalam. Tiga orang yaitu Lazuardi (29), Dani Maulana (16) dan Rangga Cipta Nugraha (22), tewas setelah menyaksikan laga Persija Jakarta vs Persib di Stadion GBK, Jakarta.

ADVERTISEMENT

Ketiganya meninggal dunia setelah dikeroyok di luar stadion. Polisi pun saat itu sudah menangkap pelakunya yang berjumlah lebih dari 5 orang.

Lazuardi sendiri merupakan warga Jakarta Pusat yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Sementara Dani Maulana merupakan siswa SMK di Bekasi, dan Rangga, warga Bandung yang saat itu baru 8 bulan bekerja di Jakarta dan pertama kali merasakan atmosfer pertandingan di Stadion GBK.

Setelah kejadian memilukan ini, desakan perdamaian suporter banyak disuarakan. Namun kemudian, upaya ini tak pernah menemui jalan sesuai harapan.

Muhammad Rovi Arrahman

Peristiwa kedua terjadi pada 2016. Korbannya Muhammad Rovi Arrahman (17), yang menjadi korban tewas akibat aksi penyerangan oleh kelompok suporter lain.

Korban dikeroyok oleh oknum The Jakmania (pendukung Persija Jakarta) saat dalam perjalanan menuju Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (23/10). Ketika itu Persib bertanding melawan Persegres Gresik United.

Omen, panggilan akrabnya, dikeroyok oleh beberapa orang di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Selatan, Jawa Barat. Ia dan dua rekannya dilempari batu dan helm. Omen yang dibonceng motor paling belakang terjatuh dan terseret sekitar tujuh meter.

Remaja warga Desa Telaga Asih, Kampung Babakan, Cikarang Barat, itu dipukuli secara brutal menggunakan tangan, batu, benda tumpul dan senjata tajam. Saat ditolong Omen sudah dalam kondisi kritis akibat luka robek di pipi kanan, memar di bagian belakang kepala, luka lecet di tangan kanan dan kiri serta kedua kakinya.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Keluarga, nyawa Omen tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir, Minggu (23/10/2016).

Polisi pun akhirnya menangkap delapan orang remaja yang diduga pelaku penyerangan. Mereka adalah MI (17), R (17), DA (16), MZ (16), GBK (16), (MTP), AR (18) dan MF (17). Hasil pemeriksaan menyebutkan kedelapan pelaku mengaku anggota The Jakmania, suporter Persija Jakarta.

Ricko Andrean Maulana

Kematian Ricko Andrean Maulana (22) pada 2017 yang lalu membawa pukulan telak bagi bobotoh. Bagaimana tidak, Ricko saat itu menjadi korban salah sasaran yang dilakukan oknum bobotoh yang lain.

Saat kejadian, Persib dijadwalkan menjamu Persija di Stadion GBLA pada 22 Juli 2017. Ricko jadi korban pengeroyokan setelah berusaha menolong suporter lain yang dikeroyok.

Setelah kejadian tersebut, polisi menangkap seorang remaja bernama Wugi F Rojak (19). Dia mengaku ikut menendang dada Ricko saat pengeroyokan terjadi. Dia mengira Ricko adalah The Jak Mania.

Tragedi pada 2017 ini membuat Persib diberi sanksi yang berat. Persib tidak boleh menggelar pertandingan dengan dihadiri penonton sebanyak lima kali, baik kandang maupun tandang.

Dua Bobotoh Tewas pada 2022

Bobotoh kembali berduka pada 2022. Ahmad Solihin (29) dan Sopiyana Yusuf (19), meninggal dunia di Stadion GBLA saat hendak menyaksikan pertandingan Persib melawan Persebaya Surabaya pada Piala Presiden 2022.

Saat kejadian, banyak penonton yang tak punya tiket memaksakan diri datang demi bisa menyaksikan duel Persib vs Persebaya. Suporter yang datang jauh lebih banyak dari jumlah tiket yang terjual.

Akibatnya, penonton banyak yang berdesakan. Mereka yang tak punya tiket pun mencoba merangsek masuk. Saat itulah insiden terjadi. Dua bobotoh bernama Ahmad Solihin dan Sopiyana Yusuf terjebak dalam himpitan.

Keduanya akhirnya meregang nyawa meski sempat berusaha diberi pertolongan di rumah sakit. Ahmad Solihin sendiri merupakan bobotoh asal Cibaduyut, Kota Bandung. Sementara Sopiyana Yusuf adalah bobotoh asal Bogor.

Menurut keterangan Polda Jabar, kematian suporter terjadi lantaran desak-desakan di pintu masuk GBLA. Panitia cuma menyediakan 15 ribu tiket, tapi stadion penuh dengan estimasi mencapai 40 ribu orang. Akibat kejadian ini, Persib disanksi denda Rp 50 juta hingga larangan bermain di GBLA untuk turnamen pramusim itu.

Halaman 2 dari 2
(ral/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads