Milangkala ke-14 Pangandaran: Ekonomi Tumbuh, Defisit Menurun

Milangkala ke-14 Pangandaran: Ekonomi Tumbuh, Defisit Menurun

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 16:15 WIB
Paripurna Milangkala ke-14 Tahun Pangandaran
Foto: Aldi Nur Fadillah
Pangandaran -

Kabupaten Pangandaran genap berusia 14 tahun. Perjalanan selama lebih dari satu dekade ini ditandai dengan berbagai capaian yang diberikan dalam berbagai bidang.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyampaikan, peringatan hari jadi ini bukan sekadar momentum untuk mengenang pertambahan usia daerah, melainkan juga wujud syukur atas kemajuan yang dicapai berkat perjuangan panjang masyarakat.

"Perjalanan selama lebih dari satu dekade ini penuh dengan kerja keras, tantangan, serta komitmen bersama untuk memajukan daerah," kata Citra dalam Rapat Paripurna Milangkala ke-14 di Gedung DPRD Pangandaran, Minggu (25/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Citra pun memamerkan sejumlah capaian indikator pembangunan selama dirinya memimpin. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Pangandaran tercatat mencapai 5,64%. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 8,03%, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 1,91%.

Di samping itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus merangkak naik hingga menyentuh angka 71,66. Kendati demikian, Citra menegaskan bahwa tolok ukur utama keberhasilan pembangunan bukan sekadar angka statistik di atas kertas.

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan hal terpenting adalah bagaimana dampak pembangunan tersebut dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

"Arah kebijakan kami fokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi kerakyatan," tegasnya.

Dari sisi fiskal, Pemkab Pangandaran berkomitmen mengelola keuangan secara hati-hati dengan memprioritaskan pelayanan dasar.

"Setelah kami menghadapi beban kewajiban keuangan sebesar Rp376,4 miliar pada akhir tahun 2024, defisit tersebut berhasil ditekan signifikan menjadi Rp218 miliar pada tahun 2026, dengan sisa kewajiban tersisa sekitar Rp158,4 miliar," ucapnya.

Citra memastikan keterbatasan anggaran tidak akan menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja, memperbaiki kekurangan, serta memaksimalkan potensi daerah.

"Kami akan terus mengoptimalkan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan kebudayaan demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat Pangandaran ke depan," ucapnya.

Sementara itu, untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendongkrak roda perekonomian desa, program Desa Melesat mulai menggeliat pada November 2026. Program ini menyasar pembangunan jalan desa secara bertahap dengan target awal mencakup sekitar 30 desa.

"Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, akses pendidikan anak, serta memperluas peluang ekonomi warga," ujar Citra.

Fokus Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

Di sektor kesehatan, peningkatan fasilitas terus digenjot oleh Pemkab Pangandaran. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega kini terus mengembangkan layanan rujukan, khususnya untuk penanganan penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, dan gangguan ginjal (KJSU).

Selain itu, poliklinik THT-KL (Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher) juga telah diresmikan guna mempermudah masyarakat mengakses layanan kesehatan secara gratis dan mudah.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads