Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut, Banjar, Ciamis, Pangandaran) dalam sepekan terakhir. Mulai dari terbongkarnya sindikat penimbun solar di Ciamis hingga ditangkapnya wanita bergolok di Garut.
Berikut rangkuman berita Priangan Timur pekan ini.
Polisi Bongkar Aksi Sopir Truk Penimbun Solar di Ciamis
Satreskrim Polres Ciamis mengungkap dugaan penyalahgunaan niaga dan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu unit truk merek Fuso yang telah dimodifikasi untuk membawa empat toren berkapasitas total 2.400 liter solar subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni sopir berinisial AW (34) dan kernet berinisial AF (16). Keduanya merupakan warga Tasikmalaya.
Polisi menduga solar tersebut dikumpulkan dengan cara membeli secara bertahap dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Ciamis.
"Berawal dari laporan masyarakat, petugas melakukan monitoring dan patroli di sejumlah SPBU. Saat melihat aktivitas yang mencurigakan, anggota langsung melakukan pemeriksaan hingga akhirnya mengamankan kendaraan beserta sopir dan kernetnya," ujar Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar di Mapolres Ciamis, Selasa (20/10/2026).
Eko menjelaskan, truk tersebut telah dimodifikasi dengan menempatkan tangki penampungan di bagian belakang kendaraan. Solar yang dibeli melalui tangki standar kendaraan kemudian disedot menggunakan mesin dan dipindahkan ke tangki yang berada di dalam boks truk.
Modus tersebut memungkinkan para pelaku mengumpulkan solar subsidi secara bertahap dari beberapa SPBU tanpa harus mengisi seluruh kapasitas penampungan dalam satu kali pembelian.
"Modusnya, kendaraan Fuso ini sudah dimodifikasi dan dilengkapi tangki penampungan. Pengisian di SPBU tetap dilakukan melalui tangki kendaraan seperti biasa. Setelah itu, solar disedot menggunakan mesin untuk dipindahkan ke tangki (toren) yang ada di bagian belakang," jelasnya.
Menurutnya, para pelaku menggunakan pola berpindah-pindah SPBU atau hunting. Mereka membeli solar dalam jumlah tertentu di satu lokasi, kemudian melanjutkan pembelian ke SPBU lain hingga terkumpul dalam jumlah besar.
Untuk mengelabui petugas SPBU, para pelaku diduga menggunakan barcode berbeda dan mengganti pelat nomor kendaraan ketika berpindah lokasi. Polisi mengamankan 18 pelat nomor serta sejumlah telepon genggam yang berisi barcode sebagai barang bukti.
"Pembeliannya dilakukan secara bertahap dari beberapa SPBU. Misalnya, dari satu SPBU mengisi sekitar 200 liter, kemudian berpindah ke SPBU lain. Kami juga mengamankan 18 pelat nomor dan telepon genggam yang berisi barcode berbeda-beda," ungkapnya.
Wanita Bergolok yang Viral Labrak Gadis Pirang Diamankan Polisi
Polisi mengamankan gadis bergolok yang tempo hari viral usai terlibat cekcok dengan wanita pirang di Garut. Gadis bergolok itu diamankan bersama seorang temannya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra. Menurut Herman, ada dua orang yang diamankan oleh pihaknya dalam perkara tersebut.
"Benar (sudah diamankan). Dua orang," kata Herman kepada detikJabar, Selasa, (20/10/2026).
Herman menuturkan, dua orang yang diamankan oleh pihaknya masih berstatus anak di bawah umur. Penanganan perkara ini dilakukan hati-hati, menggunakan prosedur penanganan perkara yang melibatkan anak.
"Sementara untuk saat ini perkaranya masih kami dalami," ungkap Herman.
Sekadar diketahui, aksi gadis bergolok menghebohkan warga Garut di awal Oktober 2026 ini. Gadis tersebut terlibat cekcok dengan seorang wanita berambut pirang, sembari membawa senjata tajam jenis golok.
Kejadian itu diketahui berlangsung di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. Kasusnya kemudian didalami polisi, hingga akhirnya dua orang anak tersebut diamankan.
Viral Begal Anak di Leuwigoong Garut Dihajar Massa
Seorang pria yang dinarasikan pelaku begal, babak belur dihajar massa usai melakukan aksi pencurian. Pelaku disebut beraksi dengan cara menodong korbannya dengan pistol.
Kejadian ini terabadikan dalam sebuah video rekaman warga, yang kini beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 26 detik itu, terlihat seorang pria tengah menjadi bulan-bulanan massa.
Salah satu pengunggah video itu di media sosial menyebut, jika kejadian itu, berlangsung di kawasan Desa Margacinta, Kecamatan Leuwigoong, Garut.
Pelaku disebut melakukan aksi begal terhadap seorang anak berusia 12 tahun, dan berhasil menggondol ponsel milik korban, usai sebelumnya menodong korban menggunakan pistol.
"Memang benar pagi tadi ada terduga pelaku Curas yang berhasil diamankan," kata Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi Rabu, (21/10/2026) tadi.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB yang bermula saat korban yang hendak berangkat sekolah, berdiri sendirian di Jalan Pertigaan. Namun, sejurus kemudian, korban dihampiri dua orang pelaku yang berkendara menggunakan sepeda motor.
Korban langsung ditodong menggunakan pistol oleh salah satu pelaku. Satu pelaku lainnya, kemudian merampas sebuah ponsel, yang saat itu sedang digenggam oleh korban.
"Identitas pelaku lainnya sudah kami kantongi. Pelaku yang sudah diamankan, saat ini masih berada di Mako Polsek Leuwigoong untuk penyelidikan lanjutan," kata Kapolsek Leuwigoong, Iptu Encang Suryana.
Belakangan terungkap, dari hasil pemeriksaan polisi diketahui jika Hasbi ternyata bermodal pistol mainan saat beraksi mengancam korban.
"Dapat kami pastikan pistol yang digunakan pelaku merupakan pistol mainan," pungkas Encang.
Brutal! Pria Ciamis Bacok Istri dan Kakek Mertua
Seorang pria berinisial AF (39) tega membacok istri dan kakek mertuanya di Dusun Caringin, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibatnya, kedua korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Banjar. Polisi telah menangkap AF beberapa jam setelah kejadian, tepatnya pada Rabu (21/10/2026) dini hari.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar membenarkan peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disertai penganiayaan tersebut. Kedua korban masing-masing merupakan istri pelaku berinisial IW (37) dan kakek mertua pelaku berinisial H (74).
"Iya, benar, telah terjadi tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang disertai penganiayaan di Dusun Caringin, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis," ujar Eko di Mapolres Ciamis.
Dia menjelaskan, korban IW mengalami sejumlah luka akibat pembacokan. Luka tersebut berada di bagian kepala, paha, dan telapak tangan, serta terdapat beberapa luka memar. Sementara itu, korban H mengalami luka pada pergelangan tangan sebelah kanan.
"Korban ada dua orang. Istri pelaku mengalami luka robek di bagian kepala, luka di paha dan telapak tangan, serta beberapa luka memar. Sedangkan kakek mertua pelaku mengalami luka di pergelangan tangan kanan," katanya.
Setelah menerima laporan kejadian tersebut, polisi bergerak melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Unit Resmob Polres Ciamis akhirnya berhasil menangkap AF di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar, pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pembacokan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati. Pelaku dan korban IW diketahui telah pisah ranjang selama sekitar dua bulan.
Pelaku diduga merasa sakit hati karena ingin bertemu dengan istrinya. Polisi juga mendalami dugaan bahwa pelaku kerap melakukan KDRT terhadap korban.
"Motif sementara dari hasil pemeriksaan adalah sakit hati. Pelaku dan korban sudah pisah ranjang sekitar dua bulan," jelasnya.
Pria di Tasikmalaya Ditusuk Usai Ajak 'Pete-pete' Orang Asing
Seorang pria berinisial W (28), warga Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mengalami luka tusuk di bagian dada dan pinggang setelah diduga diserang oleh orang tidak dikenal (OTK).
Peristiwa penyerangan ini terjadi di bawah Jembatan Ciloseh atau kawasan Tugu Kujang, Jalan Lingkar Utara, Minggu (25/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka pada dada sebelah kanan serta pinggang bawah sebelah kanan.
"Masih sakit kalau bergerak. Kejadiannya jam 2," ujar W di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat ia sedang berkumpul bersama rekan-rekannya di kolong Jembatan Ciloseh. Di lokasi tersebut, datang seorang perempuan bersama seorang pria.
W kemudian sempat mengajak pria itu untuk melakukan beli minuman keras dengan patungan, atau dikenal dengan istilah 'pete-pete'. Menurut W, pria tersebut sempat merespons ajakannya sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
"Saya tidak kenal. Waktu itu ada perempuan datang bersama seorang pria ke tempat kami berkumpul. Saya dan teman-teman lalu mengajaknya 'pete-pete'. Mau diberi atau tidak ya tidak apa-apa, tapi dia bilang 'iya sebentar', lalu langsung pergi," tutur W.
Dihubungi terpisah Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut, bahkan sudah mengamankan seorang pria yang terkait dengan kasus tersebut.
Polisi juga sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Sementara pelaku telah ditangkap.
"Dan yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan. Sedang kami periksa intensif di Mapolres," kata Januar.
Simak Video "Video Modus Penimbun Solar Subsidi Bali: Dijual ke Kapal Seolah BBM Industri"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
