Kirim Uang dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Kirim Uang dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 13:33 WIB
Ilustrasi uang
Foto: Getty Images/Andrzej Rostek
Bandung -

Pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia atau remitansi menjadi kebutuhan penting bagi banyak keluarga, terutama yang memiliki anggota keluarga bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, sebelum melakukan transaksi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar uang yang dikirim dapat diterima dengan aman dan sesuai kebutuhan.

Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan adalah biaya pengiriman. Padahal, biaya murah bukan satu-satunya faktor dalam memilih layanan remitansi. Legalitas penyelenggara, keamanan dana, transparansi biaya, hingga kepastian transaksi juga perlu diperhatikan.

Berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), remitansi PMI mencapai Rp 288 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besarnya nilai remitansi menunjukkan peran penting pengiriman uang lintas negara bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan keluarga PMI. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara memilih layanan pengiriman uang yang tepat.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan saat mengirim uang dari luar negeri ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

1. Pastikan Penyelenggara Remitansi Berizin

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah legalitas penyelenggara layanan pengiriman uang. Masyarakat sebaiknya memastikan perusahaan yang digunakan memiliki izin sesuai ketentuan otoritas di negara tempat layanan tersebut beroperasi.

Untuk layanan transfer dana di Indonesia, Bank Indonesia memiliki kewenangan mengatur dan mengawasi penyelenggara jasa pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Menggunakan layanan dari penyelenggara resmi dapat memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna. Masyarakat juga perlu memastikan transaksi dilakukan melalui aplikasi, situs, atau kanal resmi perusahaan.

Jangan mudah tergiur penawaran pengiriman uang dari pihak yang tidak jelas identitas maupun legalitasnya.

2. Periksa Keamanan Dana dan Transaksi

Keamanan menjadi faktor penting karena uang yang dikirim dari luar negeri umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Indonesia.

Dana tersebut bisa digunakan untuk biaya hidup, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Karena itu, pengguna perlu memastikan penyelenggara memiliki sistem transaksi yang andal dan prosedur keamanan yang memadai.

Sebelum menyelesaikan transaksi, periksa kembali nama penerima, nomor rekening atau informasi tujuan pengiriman, serta jumlah uang yang akan dikirim.

Pengguna juga sebaiknya menyimpan bukti transaksi untuk memudahkan penelusuran apabila terjadi kendala dalam proses pengiriman.

3. Bandingkan Biaya Pengiriman dan Nilai Tukar

Biaya pengiriman yang murah memang dapat menjadi pertimbangan. Namun, pengguna juga perlu memperhatikan nilai tukar mata uang yang ditawarkan penyelenggara.

Sebab, jumlah uang yang diterima keluarga di Indonesia tidak hanya dipengaruhi biaya administrasi, tetapi juga nilai tukar yang digunakan dalam transaksi.

Sebelum mengirim uang, periksa total biaya, nilai tukar, dan jumlah akhir yang akan diterima penerima. Jika memungkinkan, bandingkan penawaran dari beberapa penyelenggara resmi.

Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui layanan yang memberikan nilai transaksi paling sesuai dengan kebutuhan.

4. Ketahui Estimasi Waktu Pengiriman

Kecepatan pengiriman juga menjadi pertimbangan penting, terutama ketika keluarga di Indonesia membutuhkan uang untuk keperluan mendesak.

Setiap penyelenggara dapat memiliki estimasi waktu transaksi yang berbeda. Ada layanan yang menyediakan pengiriman dalam waktu singkat, sementara layanan lainnya membutuhkan waktu lebih lama bergantung pada negara asal, metode pembayaran, dan tujuan pengiriman.

Karena itu, pengguna perlu mengetahui estimasi waktu penerimaan dana sebelum menyelesaikan transaksi.

Pastikan pula tersedia informasi mengenai status pengiriman agar pengguna dapat memantau proses transaksi hingga uang diterima.

5. Pastikan Ada Layanan Pengaduan Konsumen

Hal lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan layanan pengaduan. Pengguna perlu mengetahui saluran komunikasi yang dapat dihubungi apabila terjadi keterlambatan, kesalahan transaksi, atau masalah lainnya.

Pilih penyelenggara yang menyediakan informasi layanan pelanggan secara jelas, termasuk prosedur penyampaian keluhan dan penanganan masalah.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI), Eddy HadiyantoKetua Umum Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI), Eddy Hadiyanto Foto: Istimewa

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI), Eddy Hadiyanto, menegaskan bahwa keamanan dana dan kepercayaan masyarakat harus menjadi perhatian utama industri remitansi.

"Industri remitansi tidak bisa hanya berlomba menjadi yang tercepat dan termurah. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat dan keamanan dana yang dikirim untuk keluarganya. Inovasi harus terus berjalan, tetapi kepatuhan dan pelindungan konsumen tidak boleh tertinggal," ujar Eddy.

Menurut Eddy, pelindungan konsumen juga perlu berjalan beriringan dengan kepastian hukum bagi pelaku industri yang telah menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan.

BI Dorong Layanan Remitansi CEMUUAH

Penguatan layanan remitansi juga menjadi perhatian Bank Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyebut layanan pengiriman uang kini semakin berorientasi pada kecepatan, kemudahan, efisiensi, keamanan, dan keandalan.

"Layanan remitansi telah bertransformasi menjadi Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUUAH)," ungkap Filianingsih.

Menurutnya, pertumbuhan industri sistem pembayaran, termasuk remitansi, perlu berjalan seiring dengan penguatan ketahanan dan keandalan sistem.

Pesan tersebut disampaikan dalam Indonesia Remittance Forum (IRF) 2026 yang diselenggarakan APPUI pada Kamis, 22 Oktober 2026, di RA Suite, Jakarta.

Forum tersebut mengangkat tema Advancing Indonesia's Remittance Industry: Policy, Protection, Partnership, and International Compliance for Sustainable Growth.

Melalui forum tersebut, APPUI mendorong penguatan kolaborasi antara regulator dan pelaku industri untuk membangun ekosistem remitansi yang aman, efisien, dan berdaya saing.

Pada akhirnya, memilih layanan pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia perlu dilakukan secara cermat. Jangan hanya mempertimbangkan biaya murah, tetapi pastikan pula legalitas penyelenggara, keamanan dana, transparansi biaya, kepastian waktu pengiriman, dan ketersediaan layanan pengaduan.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads