Bogor Geber Bedah 10.000 Rumah, Target Tuntas Akhir 2026

Bogor Geber Bedah 10.000 Rumah, Target Tuntas Akhir 2026

Andry Haryanto - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 14:00 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto menargetkan bantuan bedah rumah ditargetkan rampung akhir 2026. Hal itu disampaikan Rudy saat rapat di Ruang Soekarno-Hatta, Cibinong, Sabtu (24/10/2026).
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat menghadiri rapat di Ruang Soekarno-Hatta, Cibinong, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok. Pemkab Bogor)
Kabupaten Bogor -

Kabupaten Bogor mendapatkan alokasi bantuan perbaikan 10.000 rumah pada 2026, meningkat drastis dari 1.346 unit pada tahun sebelumnya. Pemerintah daerah kini mempercepat pengerjaan agar bantuan tersebut segera mewujudkan hunian layak bagi warga penerima.

Hingga 23 Oktober 2026, sebanyak 7.087 unit telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (SK PPK). Dana bantuan untuk unit-unit tersebut pun telah disalurkan ke rekening masing-masing penerima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penyaluran dana bukan berarti perbaikan rumah telah rampung. Berdasarkan paparan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sebagian penerima masih dalam proses pengerjaan dan pengiriman material. Penyelesaian fisik menjadi fokus utama yang harus segera dipacu.

Perkembangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah ini dibahas dalam rapat di Ruang Soekarno-Hatta, Cibinong, Sabtu (24/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Menteri PKP.

ADVERTISEMENT

Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta jajaran pemerintah daerah dan pelaksana di lapangan untuk memperkuat sinergi. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memantau kemajuan pekerjaan, memetakan kendala, serta memperbaiki koordinasi antarpihak.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian PKP atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bogor. Ini adalah amanah yang harus kita tuntaskan bersama agar masyarakat segera merasakan manfaatnya dan memiliki hunian yang layak," ujar Rudy.

Percepatan ini melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, tenaga pendamping, hingga pelaksana pekerjaan. Pemkab Bogor berkomitmen untuk terus memantau proses perbaikan agar berjalan sesuai ketentuan serta mengawal penyelesaiannya hingga akhir 2026.

Dalam pemaparan program, perwakilan Kementerian PKP Sarmentua Sinaga menyampaikan bahwa peningkatan alokasi bantuan merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor.

Jumlah bantuan tahun ini mencapai hampir 7,5 kali lipat dari alokasi 2025. Besarnya cakupan program menuntut kelancaran pengerjaan dan pengawasan ketat agar dana yang telah diterima warga benar-benar terwujud menjadi hunian yang layak.

Manfaat BSPS juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi di sekitar penerima. Pekerjaan perbaikan ini melibatkan tenaga kerja lokal, tukang, serta toko penyedia bahan bangunan di wilayah setempat.

Oleh karena itu, Kementerian PKP menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan fisik dan pengawasan bersama. Penyelesaian rumah diharapkan berjalan beriringan dengan pergerakan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan material bangunan.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads