Pernah memperhatikan kebiasaan orang di Korea Selatan, Amerika Serikat, atau Inggris yang tetap memakai sandal saat masuk ke dalam rumah? Pemandangan ini memang kontras dengan tradisi kita di Indonesia yang terbiasa melepas alas kaki di depan pintu demi menjaga kebersihan lantai.
Bagi banyak orang, memakai alas kaki di dalam ruangan mungkin dianggap sekadar warisan budaya atau gaya hidup belaka. Anggapan itu ada benarnya, tapi ternyata ada alasan yang lebih mendalam di baliknya, mulai dari urusan kenyamanan hingga faktor kesehatan kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikProperti dari laporan The New York Times, sejarah mencatat bahwa lantai rumah di masa lalu tidak semulus sekarang. Dulu, lantai keramik atau beton yang nyaman dipijak masih menjadi barang mewah. Banyak hunian yang alasnya masih berupa tanah atau rumput, sehingga sandal menjadi pelindung utama agar kaki tidak kotor atau terluka oleh permukaan yang tidak rata.
Selain soal kebersihan, memakai sandal di dalam rumah juga jadi solusi buat kamu yang sering berdiri lama, misalnya saat sedang asyik memasak atau beres-beres rumah.
Anne Sharkey, DPM, seorang ahli penyakit kaki asal Texas, menjelaskan bahwa terus-menerus memijak permukaan yang keras bisa memicu rasa sakit pada kaki. Menariknya, efek pegal ini tidak berhenti di telapak kaki saja, tapi bisa merembet hingga ke punggung dan lutut.
Pelindung dari Bahaya Tak Terduga
Meski lantai rumah modern sekarang sudah jauh lebih bersih dan halus, sandal rumah tetap punya fungsi praktis yang penting. Salah satunya sebagai 'perisai' dari benda-benda tajam yang mungkin tidak sengaja jatuh ke lantai.
Bayangkan jika ada gelas pecah dan serpihan kecilnya tertinggal di sela lantai. Di sinilah sandal berperan mencegah kaki terluka. Selain itu, alas kaki juga meminimalisir kontak langsung telapak kaki dengan dingin dan kerasnya lantai dalam waktu lama.
Sandal juga membantu menjaga kaki tetap bersih dari debu-debu halus yang luput dari sapuan. Namun, kuncinya tetap satu: pastikan sandal yang kamu pakai memang khusus untuk di dalam rumah dan selalu terjaga kebersihannya.
Dari berbagai penjelasan ahli yang dirangkum The New York Times, penggunaan alas kaki di dalam ruangan efektif melindungi kita dari kuman, kotoran, hingga risiko nyeri akibat permukaan lantai yang keras.
Pada akhirnya, pilihan untuk memakai sandal di dalam rumah kembali lagi ke kenyamanan masing-masing. Ada yang merasa lebih aman dan nyaman dengan alas kaki, ada pula yang lebih suka bertelanjang kaki agar lantai tetap steril. Apa pun pilihannya, yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi kebersihan rumah kamu.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
