Kucing-kucingan Buang Sampah di Bandung, Camat: Kami Kewalahan

Kucing-kucingan Buang Sampah di Bandung, Camat: Kami Kewalahan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 22:31 WIB
Ilustrasi sampah yang berserakan di Badung, (12/4/2026). Dokumentasi Wibhi Leksono/detikBali
Foto: Ilustrasi sampah yang berserakan (Dokumentasi Wibhi Leksono/detikBali).
Bandung -

Video warga yang membuang sampah sembarangan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi tersebut tepergok hingga diusir oleh pihak Kecamatan Cibeunying Kidul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, aksi buang sampah sembarangan itu tepergok pada Rabu (21/10) malam. Orang tersebut kedapatan membawa satu gerobak penuh sampah yang rencananya hendak dibuang ke pinggir Jalan Ahmad Yani.

Camat Cibeunying Kidul Moch Edi Purwadi mengatakan, lokasi yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah liar berada di dekat kawasan eks Cicadas Market. Ia tak menampik, kebiasaan buruk ini kerap terjadi selama bertahun-tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sana itu ada enam titik pembuangan sampah liar. Jadi kita tidak menutup kemungkinan ada dari warga kita juga, warga dari luar kecamatan, warga yang lewat, warga yang dari luar Kecamatan Cibeunying Kidul, warga dari mana-mana pada buang di sana," katanya kepada detikJabar, Kamis (22/10/2026).

ADVERTISEMENT

Hingga kemudian, pihak kewilayahan berinisiatif menjaga kawasan itu pada malam hari. Hasilnya, mereka menemukan dua orang yang membawa gerobak penuh sampah dan hendak membuangnya di pinggir jalan.

"Kemarin banget itu kejadiannya, dan itu sampai banyak yang buang sembarangan tiap hari. Kebanyakan dari subuh lah dari, jam 2an ke sana," ungkapnya.

Edi mengatakan, pihak kecamatan sempat melakukan penjagaan selama 10 hari penuh, mulai magrib hingga pagi. Upaya itu cukup efektif menekan pembuangan sampah liar, tetapi masalah kembali muncul setelah penjagaan dihentikan.

"Kalau dijaga memang cukup efektif. Tapi namanya menyuruh orang jaga dari magrib sampai pagi, ada biaya yang harus dikeluarkan. Untuk 10 hari itu, uang makan petugas hampir Rp 2 juta," ujarnya.

Edi berencana memperpanjang penjagaan hingga sebulan ke depan. Namun, rencana itu masih dibahas karena keterbatasan personel dan anggaran.

Menurutnya, pemberian sanksi juga belum menyelesaikan persoalan karena warga kerap menghindari petugas dan kembali membuang sampah saat tidak ada penjagaan. "Kalau sanksi itu mereka kucing-kucingan. Kalau kita ada, mereka diam dulu. Begitu kita enggak ada, keluar lagi," pungkasnya.



(ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads