KKP Libatkan Warga Jaga Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

KKP Libatkan Warga Jaga Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda

Antara - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 06:00 WIB
Seorang penyelam dari Indonesia Naval Historical Diver (INHD) Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) mengangkat amunisi saat melakukan survei bawah laut di Kapal Angkatan Laut Amerika USS Houston yang karam di Perairan Selat Sunda, Cilegon, Banten, Senin (4/8/2025). Survei tersebut dilakukan dalam rangka pencarian data dan lokasi untuk acara penyelaman sejarah sekaligus peletakan karangan bunga, yang akan dilakukan oleh Disjarahal bersama US Navy di bangkai kapal USS Houston pada 1-4 September 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Prajurit AL Survei Kapal Perang AS yang Karam di Selat Sunda (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Bandung -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melibatkan masyarakat setempat dalam pengawasan situs arkeologi bawah air bangkai kapal USS Houston di Selat Sunda untuk mencegah pencurian artefak dan kerusakan situs.

Arkeolog maritim KKP Nia Naelul Hasanah Ridwan mengatakan masyarakat akan dibekali pengetahuan untuk mendukung upaya pelindungan situs melalui sistem pengawasan berbasis masyarakat.

"Jadi, masyarakat ini yang kami jadikan sebagai core, front line untuk nanti pelindungan situs kapal ini. Dalam proyek ini memang rencananya adalah upaya-upaya untuk membekali masyarakat," kata Nia seperti dilansir dari Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, masyarakat akan dibekali pengetahuan untuk memantau potensi pengangkatan artefak secara ilegal, pencurian, serta praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bom ikan.

Pengawasan akan dilakukan melalui pembentukan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) di bawah KKP.

ADVERTISEMENT

Menurut Nia, pelibatan masyarakat penting karena mereka tinggal di sekitar situs dan akan terus berada di lokasi tersebut.

"Masyarakat itu sebenarnya pemilik heritage itu, karena mereka yang tinggal di sana," ujarnya.

Ia berharap pelestarian situs tersebut juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui pengembangan wisata selam bersejarah yang berkelanjutan.

Proyek pelindungan bangkai kapal tersebut didukung pendanaan sebesar 227.000 dolar AS atau sekitar Rp4 miliar untuk jangka waktu dua tahun melalui program Ambassador's Fund for Cultural Preservation (AFCP).

Bangkai eks-USS Houston merupakan situs makam perang Perang Dunia II sekaligus tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir Amerika Serikat.

Proyek ini berfokus pada perlindungan dan pelestarian bangkai kapal USS Houston sebagai bagian penting dari sejarah bersama Indonesia dan Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

Artikel ini telah tayang di detikTravel. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads