Celah Kritis PHP Menganga, FBI Desak Update Segera

Kabar Internasional

Celah Kritis PHP Menganga, FBI Desak Update Segera

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 20:30 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen).
Bandung -

Bagi orang awam, nama PHP mungkin terdengar asing. Namun di balik layar, bahasa pemrograman legendaris ini merupakan mesin utama penggerak jagat web. Bayangkan saja, hampir 70 persen situs internet di seluruh dunia dibangun menggunakan PHP, termasuk platform WordPress yang menopang sekitar 40 persen situs web global. Tak heran jika kabar temuan celah keamanan pada PHP langsung memicu kepanikan massal di ruang siber karena berpotensi merontokkan mayoritas website.

Hadir sejak 1997, PHP kerap dijuluki sebagai tulang punggung internet. Bahasa pemrograman ini bertugas mengolah instruksi komputer, memproses data di balik layar, hingga merespons setiap klik dan input para pengguna situs.

Kini, alarm bahaya resmi berbunyi. Pada hari Rabu, tim pengembang PHP merilis pembaruan mendesak guna menambal dua kerentanan kritis berperingkat bahaya 9,2 dari 10. Jika dieksploitasi, celah ini memungkinkan peretas melancarkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi, bahkan mengambil alih server internet sepenuhnya. Seluruh pengguna PHP pun diminta untuk melakukan pembaruan kilat tanpa menunda.

Lembaga keamanan siber Amerika Serikat, U.S. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), turut turun tangan mendesak berbagai instansi segera merapikan pertahanan sistem mereka. "Celah ini menimbulkan risiko bagi organisasi jika dibiarkan tanpa tambalan," sebut mereka.

Peringatan keras serupa dilontarkan Divisi Siber FBI. Mereka meminta seluruh pengelola website yang terdampak untuk lekas menginstal pembaruan resmi. "Jika update secara langsung tidak memungkinkan, disarankan agar organisasi menonaktifkan sistem sampai masalah ini dapat dimitigasi sepenuhnya," kata FBI.

Tak ketinggalan, lembaga keamanan siber Inggris, National Cyber Security Centre (NCSC), juga menyerukan langkah antisipasi serupa agar seluruh pengelola infrastruktur web berbasis PHP segera siaga dan memperbarui sistem mereka.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads