4 Penyebab Biawak 'Bertamu' ke Rumah Warga

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 07:00 WIB
Damkar Kota Bogor bantu evakuasi biawak di rumah warga. (Foto: Dok. Istimewa)
Bandung -

Meski tak diundang, biawak bisa saja memutuskan untuk 'bertamu' ke rumah-rumah yang dihuni manusia. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dilansir detikJabar, ketenangan masyarakat di Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, mendadak pecah pada Selasa (20/10/2026). Seekor biawak sepanjang satu meter memutuskan untuk 'bertamu' ke kediaman Nani (51). Kehadiran reptil besar ini sontak memicu kegaduhan di tengah teriknya matahari sekitar pukul 11.15 WIB.

Biawak punya berbagai alasan untuk bertamu. Namun, yang paling menonjol adalah empat di antaranya. Mulai dari aroma makanan yang tercium hingga mencari perlindungan diri.

Apa saja alasan biawak masuk ke rumah yang dihuni manusia? Simak yuk!

Biawak Si Kadal Pemantau

Ada yang unik dalam penamaan biawak di dalam bahasa Inggris. Jenis kadal ini dinamai Monitor Lizard. Nama sebelumnya bahkan agak aneh: Monitory Lizard. Jika di-Indonesiakan artinya 'Kadal Pemantau'.

Mengapa demikian? Ya, kocap tercerita, biawak adalah binatang yang 'cool' dan tenang. Dia baru agresif kalau merasa tertekan, tersudutkan, terancam, dan terjebak di dalam sebuah ruangan.

Untuk kepentingan perlindungan diri dari ancaman (atau juga untuk mencari mangsa) biawak jenis tertentu bisa berdiri dengan bertumpu pada dua kakinya. Ini lebih tepatnya pada dua kaki dengan mengandalkan tekanan pada ekor.

Perpaduan dua kaki belakang dan satu ekor yang menekan ke tanah menghasilkan tripod stance (formasi tiga kaki) yang kokoh untuk menopang tubuhnya yang panjang dan berat.

Dalam keadaan berdiri, biawak melayangkan pandangannya ke depan seperti sedang 'memantau' apa yang ada di depannya. Soal berdiri ini, biawak melakukannya juga saat berkelahi dengan sesama pejantan.

Seekor biawak muncul di salah satu rumah warga Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. (Dok istimewa). Foto: Seekor biawak muncul di salah satu rumah warga Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. (Dok istimewa).

4 Alasan Biawak Masuk Rumah

Biawak bisa datang sebagai tamu tak diundang jika tuan rumah tidak tertib dalam mengelola sampah rumah tangga hingga pengelolaan saluran air yang terhubung langsung ke dalam kolam di rumah.

1. Mencari Makan

Biawak masuk ke lingkungan rumah umumnya untuk mencari makanan. Reptil ini merupakan hewan oportunis yang memanfaatkan berbagai sumber makanan yang tersedia di sekitarnya.

Ketika menemukan sumber makanan yang mudah dijangkau, biawak dapat mendatangi halaman rumah, dapur, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga area pembuangan sampah.

Biawak memiliki lidah bercabang yang digunakan untuk menangkap partikel kimia dari udara dan lingkungan. Partikel tersebut kemudian diproses melalui organ penciuman khusus di langit-langit mulutnya, yang membantu biawak mengenali keberadaan mangsa maupun sumber makanan. Kemampuan ini membuatnya dapat melacak aroma yang berasal dari bangkai, ikan, daging, dan bahan organik lainnya.

Sampah rumah tangga yang tidak tertutup rapat menjadi salah satu sumber makanan yang berpotensi menarik perhatian biawak. Sisa ikan, tulang, daging, dan makanan yang membusuk dapat mengundang hewan tersebut mendekati permukiman.

Selain memanfaatkan sisa makanan manusia, biawak juga memangsa hewan-hewan kecil yang berada di sekitar rumah. Tikus, serangga, katak, dan hewan kecil lainnya dapat menjadi sumber makanannya, bergantung pada spesies dan ukuran biawak. Karena itu, lingkungan yang banyak dihuni tikus atau memiliki sumber pakan alami yang melimpah berpotensi didatangi biawak.

2. Mencari Tempat Berlindung saat Cuaca Ekstrem

Perubahan cuaca dapat memengaruhi pergerakan biawak dalam mencari tempat berlindung. Ketika hujan deras, suhu meningkat, atau kondisi lingkungan berubah secara drastis, biawak dapat berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Rumah dan bangunan di sekitarnya terkadang menyediakan ruang yang sesuai untuk bersembunyi sementara dari gangguan cuaca.

Saat hujan deras, biawak yang hidup di sekitar sungai, rawa, kolam, atau saluran air dapat mencari tempat berlindung ketika lokasi persembunyiannya tergenang. Air yang meningkat juga dapat mengganggu aktivitas dan aksesnya terhadap tempat beristirahat.

Dalam kondisi tersebut, biawak mungkin bergerak menuju tempat yang lebih tinggi atau memasuki area bangunan yang memiliki ruang terbuka.

Sebaliknya, ketika cuaca panas, biawak dapat mencari tempat yang teduh untuk menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan. Kolong rumah, tumpukan kayu, gudang, semak-semak, dan celah bangunan dapat menjadi tempat persembunyian sementara.

Sebagai hewan ektoterm, biawak mengandalkan sumber panas dari lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya, sehingga pemilihan tempat beraktivitas dan beristirahat sangat dipengaruhi kondisi suhu sekitar.

3. Kerusakan Habitat Alami

Kerusakan habitat merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong biawak mendekati kawasan permukiman. Perluasan pembangunan, pembukaan lahan, dan perubahan penggunaan tanah dapat mengurangi ketersediaan tempat hidup bagi satwa liar.

Ketika lingkungan yang sebelumnya menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung berubah, biawak perlu mencari lokasi lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pembangunan perumahan, kawasan industri, jalan, serta fasilitas umum dapat mengubah bentang alam yang sebelumnya menjadi habitat biawak. Vegetasi yang ditebang dan lahan basah yang dikeringkan dapat mengurangi tempat persembunyian maupun sumber makanan.

Perubahan habitat juga dapat memutus hubungan antara tempat biawak mencari makan dan lokasi tempatnya berlindung. Hewan yang sebelumnya dapat berpindah di antara sungai, rawa, kebun, dan semak-semak mungkin harus melewati kawasan permukiman setelah habitatnya terfragmentasi.

Kondisi ini dapat meningkatkan frekuensi perjumpaan antara biawak dan manusia, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan habitat alami.

4. Mencari Sumber Air

Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi kehidupan biawak. Banyak spesies biawak berkaitan erat dengan lingkungan perairan, seperti sungai, rawa, danau, kolam, serta saluran air. Lingkungan tersebut tidak hanya menyediakan air, tetapi juga dapat menjadi tempat mencari makan, berpindah, beristirahat, dan menghindari gangguan.

Ketika sumber air alami mengalami perubahan, biawak dapat bergerak menuju lokasi lain yang masih menyediakan air. Kekeringan, pendangkalan, perubahan aliran sungai, atau gangguan habitat dapat memengaruhi ketersediaan sumber air di suatu kawasan. Dalam keadaan tertentu, kolam buatan dan saluran drainase di sekitar rumah dapat menjadi bagian dari jalur pergerakan biawak.

Keberadaan kolam ikan di halaman rumah juga berpotensi menarik perhatian biawak. Selain menyediakan air, kolam dapat menawarkan sumber makanan berupa ikan, katak, atau hewan kecil lain yang berada di sekitarnya. Karena itu, biawak yang terlihat mendekati kolam belum tentu hanya mencari air; hewan tersebut mungkin juga sedang memburu mangsa.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork