Jalan Citeureup-Sukamakmur Kini Mulus, Jadi Jalur Alternatif Puncak

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 12:00 WIB
Jalan Citeureup-Sukamakmur Bogor. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Jalan Citeureup-Sukamakmur yang mengalami kerusakan cukup parah sejak 2021 kini selesai dibangun. Ruas sepanjang sekitar 20 kilometer itu menjadi akses vital bagi warga, pedagang, hingga mobilitas hasil pertanian di Kabupaten Bogor.

Perubahan kondisi jalan dirasakan Yono, warga Desa Tajur, Kecamatan Citeureup. Sekitar empat tahun berjualan di kawasan tersebut, ia menyaksikan akses yang sebelumnya kurang baik kini lebih nyaman dilalui.

"Sejak kepemimpinan Pak Bupati yang baru, kondisi jalan di wilayah Citeureup sampai Sukamakmur mulai bagus. Dulu jalannya belum bagus, tetapi sekarang sudah semakin baik. Tentu ini sangat membantu kami yang setiap hari beraktivitas dan berjualan di sepanjang jalan ini," kata Yono, Rabu (21/10/2026).

Bagi pedagang kecil seperti dirinya, kondisi jalan berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Ia berharap pembenahan infrastruktur terus berlanjut agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.

"Harapan saya, semoga Pak Bupati dan Pak Presiden terus membantu masyarakat kecil, salah satunya dengan memperbaiki jalan agar lebih mulus dan nyaman dilalui. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan prosesnya berjalan lancar," ujarnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau ruas tersebut di Sukamakmur, Selasa (20/10/2026). Ia menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang sekitar 20 kilometer itu ditopang oleh anggaran pemerintah daerah dan pusat.

Sekitar 5 kilometer dibangun melalui APBD Kabupaten Bogor. Adapun 15 kilometer lainnya mendapat dukungan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang, menurut Rudy, digulirkan Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut sudah dapat dilalui dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur saat ini sudah terbangun dengan konstruksi beton maupun aspal," tutur Rudy.

Di sepanjang koridor tersebut masih terdapat lahan pertanian dan persawahan yang menjadi sumber penghidupan warga. Akses yang membaik diharapkan memudahkan pengangkutan hasil panen, distribusi pupuk, serta perjalanan masyarakat antarwilayah.

Ruas Citeureup-Sukamakmur juga menjadi bagian dari pengembangan konektivitas Poros Tengah Timur atau jalur Puncak Dua. Menurut Rudy, jalur tersebut dapat menjadi alternatif perjalanan menuju kawasan wisata Puncak melalui Cipanas, Kabupaten Cianjur.

"Jalur ini menjadi salah satu alternatif akses menuju kawasan wisata Puncak. Jadi, bukan hanya dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga masyarakat dari daerah lainnya karena menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur," jelasnya.

Rudy menyebut pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan anggota DPR RI dalam mengawal aspirasi warga.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork