Sekitar 100 keluarga di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, ditinggal kepala keluarganya. Kekeringan dan bencana membuat ratusan hektare sawah terbengkalai, sehingga kepala keluarga terpaksa merantau ke Kalimantan dan Sumatra demi menghidupi istri dan anak-anaknya.
Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman, mengatakan terdapat sekitar 500 hektare lahan di Desa Waringinsari yang merupakan sawah.
Namun, dari total lahan yang ada, hanya 40 persennya yang masih bisa ditanami dengan kondisi minim air.
"Hanya sekitar 200 hektar yang masih bisa ditanami. Sebanyak 300 hektarnya kering, bahkan terbengkalai tidak ditanami apapun sekarang," kata dia, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi akibat dampak pergerakan tanah yang terjadi 2024 lalu dan diperparah dengan kemarau panjang sejak 5 bulan terakhir.
"Jadi pergerakan tanah merusak saluran irigasi warga. Membuat sawah yang awalnya memanfaatkan irigasi teknis sebagai sumber air, menjadi sawah tadah hujan. Sedangkan lima bukan terakhir kemarau, jadinya lahan kering tanpa air. Tidak bisa ditanami padi sama sekali," kata dia.
Simak Video "Video: 10 Wilayah Tertinggi Kekeringan, Kabupaten di Pulau Jawa Mendominasi"
(mso/mso)