DPRD Kota Bandung menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan positif. Hal itu dibutuhkan agar tercipta hubungan yang ideal untuk mengejar target yang diharapkan.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita mengatakan, kepemimpinan yang sehat, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan karakter dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif menjadi hal yang penting dalam sebuah organisasi. Sebagai wakil rakyat, dirinya berkepentingan menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong agar setiap program yang dijalankan memiliki target dan hasil yang jelas.
"Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat," katanya dikutip Minggu (18/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami orang-orang yang berada dalam lingkup kepemimpinan, bukan sekadar mengetahui nama atau data administratif, melainkan juga memahami motivasi, kondisi, serta kendala yang mereka hadapi.
Radea menjelaskan pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kerja yang baik dan menjaga stabilitas lingkungan organisasi. Ia menilai, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mengenali kondisi orang-orang yang dipimpinnya.
Dengan begitu, persoalan yang muncul dapat dipahami lebih awal dan ditangani secara tepat. Selain itu, Radea mengingatkan bahwa sebelum membantu orang lain, setiap individu perlu memastikan dirinya berada dalam kondisi yang baik.
"Kesadaran terhadap diri sendiri dan kemampuan menjaga perilaku menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain," ujarnya.
Radea juga menyinggung pentingnya menjaga sikap, kesabaran, dan profesionalitas, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. Jabatan dan kesempatan yang diperoleh seseorang harus dipandang sebagai amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Dukungan yang diberikan kepada seseorang dalam perjalanan kariernya juga perlu diingat sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui kinerja dan pengabdian," katanya.
Radea turut menyoroti perlunya optimalisasi sumber daya manusia dalam pelayanan publik. Pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara maksimal menjadi penting agar kebutuhan pelayanan masyarakat tetap dapat dipenuhi di tengah keterbatasan yang ada.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa setiap individu perlu menjaga perilaku dan tidak menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan pribadi.
"Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat," pungkasnya.
(ral/yum)
